Kompas.com - 25/05/2018, 18:34 WIB

KOMPAS.com - Apa jadinya jika ada embrio yang berasal dari setengah manusia dan setengah ayam? Hampir tak terbayangkan, bukan?

Namun, para peneliti di AS mewujudkan hal tersebut. Mereka menggabungkan sel manusia buatan dengan embbrio ayam.

Percobaan ini dilakukan untuk memahami kehidupan yang sedang berkembang dengan lebih baik.

Sebagai informasi, sampai saat ini, para ilmuwan tidak bisa menjawab bagai,ana sel-sel tertentu dalam embrio yang sedang berkembang memutuskan menjadi otot, tulang, saraf, atau anggota badan lainnya.

Dr Ali Brivanlou, pemimpin penelitian ini mencoba menjawabnya. Pria yang bekerja di Rockefeller University di New York melakukan sesuatu yang tak terbayangkan ini.

Dengan mencangkok sel manusia yang tumbuh di cawan petri pada embrio ayam, mereka bisa mengamati bagaimana sel-sel tubuh mengatur diri mereka sendiri.

Laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature tersebut berhasil mengungkap mekanisme di dalam tubuh yang disebut "sel pendiri".

"Tidak ada yang tahu apa yang terjadi setelah bola sel menempel pada dinding rahim," ungkap Dr Brivanlou dikutip dari Express.co.uk, Kamis (24/05/2018).

Dengan cara ini, para ilmuwan juga tetap bisa melakukan pengamatan tanpa harus tersandung masalah etika karena penggunaan embrio manusia.

Sebagai informasi, negara-negara seperti AS melarang penggunaan embrio manusia lebih dari 14 hari sebagai bahan percobaan. Padahal, pada masa tersebut, sel-sel pendiri baru saja terbentuk.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.