Peneliti Buktikan Puasa Tingkatkan Daya Tahan Tubuh - Kompas.com

Peneliti Buktikan Puasa Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Kompas.com - 17/05/2018, 17:35 WIB
Mengatur waktu makanbopav Mengatur waktu makan

KOMPAS.com - Puasa Ramadhan merupakan salah satu kewajiban bagi umat muslim. Banyak pendapat yang menyebut, puasa memberikan pengaruh baik bagi tubuh manusia.

Salah satunya terkait dengan daya tahan tubuh atau sistem imun.

Beberapa peneliti di University of Southern California tertarik mempelajari kaitan antara puasa dan daya tahan tubuh.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa rasa lapar memicu sel-sel induk dalam tubuh memproduksi sel darah putih baru yang melawan infeksi.

Para peneliti menyebut puasa sebagai "pembalik sakelar regeneratif" yang mendorong sel induk menciptakan sel darah putih baru.

Penciptaan sel darah putih baru inilah yang mendasari regenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh.

"Ini memberi tanda 'OK' bagi sel induk untuk terus maju dan berkembang biak membangun kembali seluruh sistem," ungkap Profesor Valter Longo dikutip dari Telegraph, Kamis (05/06/2014).

"Kabar baiknya adalah tubuh menyingkirkan bagian-bagian dari sistem yang mungkin rusak, tua, atau tidak efisien selama puasa," sambungnya.

Gaya berpuasa yang berkelanjutan memaksa tubuh menggunakan cadangan glukosa dan lemak.

Baca juga: 7 Tips Tubuh Tetap Bertenaga dan Terhidrasi Saat Puasa, Menurut Sains

Tak hanya membuat cadangan lemak terpakai, tapi puasa juga merusak sel darah putih lama.

Hal ini membuat tubuh menginduksi perubahan yang memicu regenerasi sel induk untuk membuat sel sistem kekebalan tubuh baru.

Para peneliti juga menemukan, puasa berkepanjangan juga mengurangi enzim PKA.

Enzim ini terkait erat dengan penuaan dan hormon yang meningkatkan risiko kanker dan tumor.

"Kami tidak bisa memprediksi bahwa puasa berkepanjangan akan memiliki efek luar biasa dalam mempromosikan regenerasi sistem hematopoietik (pembentukan sel darah) berbasis sel induk," ujar Profesor Longo.

"Ketika Anda kelaparan, sistem mencoba untuk menghemat energi, dan salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menghemat energi adalah dengan mendaur ulang banyak sel kekebalan yang tidak diperlukan, terutama yang mungkin rusak," imbuhnya.

Penelitian lain yang dilakukan oleh para peneliti gabungan dari Israel, Italia, dan Maroko juga menemukan hal serupa.

Hanya saja, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Immunology pada November 2017 tersebut menyebut bahwa puasa Ramadhan hanya sedikit mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Artinya, memang benar daya tahan tubuh terpengaruh puasa namun tidak sesignifikan yang disebut sebelumnya.

Kesimpulan ini didapatkan para peneliti gabungan tersebut setelah menganalisis ulang 25 penelitian yang berfokus pada sistem imun peserta yang sehat.

Baca juga: Studi: Diet Puasa Selama 24 Jam Bantu Tingkatkan Metabolisme


Terpopuler

Close Ads X