Langka, Ombak di Lautan California Berwarna Biru Neon

Kompas.com - 14/05/2018, 13:33 WIB
Fenomena red tide terjadi di laut California. Di malam hari warna ombak berubah menjadi biru neon. Fenomena red tide terjadi di laut California. Di malam hari warna ombak berubah menjadi biru neon.


KOMPAS.com - Pemandangan di atas menakjubkan bukan? Ombak berwarna biru neon ini muncul di hamparan pantai Torrey Pines, San Diego, California, AS, sejak Rabu (9/5/2018).

Fenomena sangat langka yang tidak pasti kapan terjadinya itu dijuluki sebagai pasang merah (red tide). Saat siang hari air akan berwarna merah atau cokelat, sedangkan saat malam hari ombak akan memancarkan cahaya biru neon terang berkilauan.

Menurut Michael Latz dari Scripps Institute of Oceanography University of California, red tide disebabkan oleh tingginya konsentrasi organisme dinoflagellata seperti Lingulodinium polyedra yang terkenal dengan sifat bioluminescence.

Bioluminescence adalah emisi biokimia cahaya oleh organisme hidup seperti kunang-kunang dan ikan laut dalam.

Baca juga: Melanoma Okular, Kanker Mata Langka yang Serang Puluhan Warga AS

"Red tide dari L. polyedra sudah dicatat sejak awal 1900-an dan hingga saat ini terus dilakukan pengumpulan data untuk mempelajari fenomena langka ini," kata Latz dilansir Tech Times, Sabtu (12/5/2018).

Tentang red tide

Red tide terjadi saat koloni alga tumbuh tak terkendali. Meski indah dipandang, ia sebenarnya menghasilkan racun berbahaya yang dapat mengancam mamalia laut, ikan, burung, bahkan manusia.

Nama red tide sendiri dikaitkan dengan karakteristiknya yang dapat mengubah warna air menjadi merah di siang hari.

Salah satu fenomena red tide yang paling dikenal adalah kemunculannya di Pantai Teluk Florida yang membunuh ikan dan membuat kerang tidak layak dikonsumsi. Di area ini, manusia pernah kesulitan bernapas karena udaranya tercemar.

Meski demikian, tidak semua red tide berbahaya. Beberapa ada yang menyediakan makanan dan minuman untuk hewan laut.

Bahkan, NOAA menyatakan kebanyakan red tide bermanfaat bagi hewan laut karena menumbuhkan tanaman kecil yang digunakan sebagai sumber utama energi untuk jaring makanan di laut.

 

Wow! ???? ?????? #bioluminescence#sandiego#algae#redtide

A post shared by David Jodye (@davidjodye) on May 9, 2018 at 9:13pm PDT

"Tak ada yang dapat memprediksi kapan atau di mana hal ini akan terjadi lagi. Bagaimanapun, ini adalah fenomena cukup langka," ujar Scripps Institute of Oceanography dalam pernyataannya dilansir Time, Sabtu (12/5/2018).

Selain itu, belum dapat diprediksi kapan fenomena red tide ini akan selesai.

Los Angeles Times pernah melaporkan red tide muncul selama sepekan pada 2013 di California. Sedang red tide yang muncul pada 2011 berlangsung sampai satu bulan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X