Teka Teki Buaya Purba Berevolusi Jadi Lumba-lumba Terjawab

Kompas.com - 13/05/2018, 17:23 WIB
Ilustrasi buaya purba bernama Magyarosuchus fitosi yang memiliki sirip ekor dan kulit sekeras baja ditemukan di pegunungan barat laut Hungaria. Fosilnya yang ditemukan pada 1996 menjadi mata rantai untuk menjawab teka teki evolusi buaya menjadi mamalia laut. Ilustrasi buaya purba bernama Magyarosuchus fitosi yang memiliki sirip ekor dan kulit sekeras baja ditemukan di pegunungan barat laut Hungaria. Fosilnya yang ditemukan pada 1996 menjadi mata rantai untuk menjawab teka teki evolusi buaya menjadi mamalia laut.


KOMPAS.com - Fosil buaya dari museum Budapest menjadi mata rantai untuk mengungkap evolusi buaya purba menjadi makhluk lain seperti lumba-lumba.

Fosil ini berusia 180 juta tahun, atau pernah hidup di periode Jurasik dan berkeliaran di lautan. Saat itu, ada dua jenis buaya di Bumi.

Kelompok buaya pertama sangat mirip dengan buaya yang kita kenal saat ini. Seluhur tubuhnya dilapisi oleh kulit tebal, sehingga membuatnya dijuluki reptil lapis baja. Buaya kelompok ini juga memiliki kaki yang digunakan untuk berjalan di daratan.

Kelompok buaya kedua tidak memiliki kulit baja. Sebagai gantinya, mereka punya sirip ekor yang mirip dengan mamalia laut modern seperti lumba-lumba atau paus. Para pakar percaya, sirip itu sangat membantu untuk melintasi dunia bawah laut dengan mudah.

Namun, fosil ini bukan bagian dari keduanya. Ia justru memiliki dua dua ciri khas yang dimiliki masing-masing kelompok buaya. Sekujur tubuhnya dilapisi kulit sekeras baja dan ia memiliki sirip ekor seperti yang ditemukan pada lumba-lumba atau paus.

Baca juga: Kali Pertama, Buaya Lakukan Scan MRI Sambil Dengarkan Musik Klasik

Dalam temuan yang terbit di jurnal PeerJ, peneliti menjelaskan bahwa fosil tersebut mampu mengungkap bagaimana buaya berevolusi menjadi bentuk lain seperti lumba-lumba atau paus.

"Fosil ini memberikan pengetahuan unik tentang bagaimana buaya berevolusi menjadi lumba-luma dan predator buas seperti paus lebih dari 180 juta tahun lalu," kata Dr Mark Young, ilmuwan dari Universitas Edinburgh yang terlibat dalam penelitian ini dilansir The Independent, Kamis (10/5/2018).

Tentang fosil buaya

Fosil buaya yang diteliti ini diberi nama Magyarosuchus fitosi untuk menghormati kolektor amatir yang menemukannya, Attila Fitos.

Fitos menemukannya di pegunungan bagian barat laut Hungaria pada 1996. Tidak utuh, fosil ini terdiri dari beberapa potongan panggul, rahang, dan tulang punggung. Sejak saat itu fosil yang ditemukan Fitos disimpan di museum Budapest.

Saat tim paleontolog mengamati fosil ini, mereka merasa janggal dengan salah satu tulang belakang yang tampak aneh. Pengamatan lebih lanjut mengungkap bahwa itu adalah bagian dari sirip ekor.

Dalam laporannya, peneliti mengatakan bahwa ini adalah mata rantai penting dalam teka-teki buaya purba dari era Jurasik.

Baca juga: Kali Pertama, Hiu dan Buaya Tertangkap Kamera Makan Bersama



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X