Kompas.com - 12/05/2018, 19:05 WIB
Laba-laba pelompat (Phidippus regius) Laba-laba pelompat (Phidippus regius)

KOMPAS.com - Tahukah Anda, laba-laba bisa melompat melebihi 1,5 kali panjang tubuhnya ketika ingin menerkam mangsanya. Perilaku laba-laba tersebut menjadi inspirasi untuk menciptakan robot laba-laba dengan lompatan yang revolusioner.

Para ahli di Universitas Manchester, Inggris, mempelajari laba-laba pelompat (Phidippus regius) yang bernama Kim.

Para ahli melatih Kim untuk melompat dalam berbagai jarak dan memberikan sejumlah penghalang. Agar lebih detail, para ahli merekam aksi Kim tersebut dengan kamera berkecepatan tinggi.

"Temuan utama kami untuk spesies ini adalah lompatan jarak dekat cenderung menggunakan lintasan miring dan rendah yang meminimalkan waktu melayang di udara," kata Russell Garwood, seorang paleontolog dari Universitas Manchester.

Diuraikan dalam Jurnal Scientific Reports yang terbit pada hari Selasa lalu (8/5/2018), jenis lompatan dengan mencapai jarak 30 milimeter ini ternyata lebih cepat dan tepat dengan akurasi yang melebihi persyaratan lainnya dalam studi.

Baca Juga: Bisa Bunuh Manusia dalam 15 Menit, Laba-laba Ini Berukuran Raksasa

Untuk lompatan sejauh sekitar 60 milimeter, hewan ini menggunakan sudut pijakan yang lebih curam untuk mengoptimalkan waktu melayang dan memungkinkan laba-laba untuk menempuh jarak yang lebih jauh serta menghemat energi.

"Oleh karena itu, tampaknya dinamika lompatan hewan berbeda tergantung pada sifat lompatannya," kata Garwood, seperti dikutip dari PopSci, (9/5/2018).

Selain itu, laba-laba yang bisa melompat memiliki penglihatan lebih tajam dibandingkan dengan jenis arachnida dan arthropoda lainnya.

Empat mata besar di depan dan empat mata yang lebih kecil ada di atas kepala membantu laba-laba untuk mengukur jarak dan menentukan waktu dan sudut yang tepat untuk memulai lompatan.

Namun, hal tersebut tidak berarti laba-laba ini mampu melihat jarak jauh. Para ahli mengungkapkan, Kim menolak untuk melompat lebih dari jarak 60 milimeter ketika pengelihatannya terganggu, meskipun ia diketahui pernah melompat melebihi jarak tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber popsci
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Kita
Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Kita
Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Oh Begitu
Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Oh Begitu
Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Oh Begitu
Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Fenomena
Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Oh Begitu
Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Kita
Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Oh Begitu
Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Kita
Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Fenomena
Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Kita
BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.