Kompas.com - 10/05/2018, 12:06 WIB
Seorang petugas kesehatan memberikan imunisasi polio di Kano, Nigeria pada 22 April 2017. PIUS UTOMI EKPEI / AFP PIUS UTOMI EKPEI / AFPSeorang petugas kesehatan memberikan imunisasi polio di Kano, Nigeria pada 22 April 2017. PIUS UTOMI EKPEI / AFP

KOMPAS.com – Ketika vaksin polio pertama kali diperkenalkan di Nigeria dua tahun lalu, tidak sedikit yang menolaknya. Mitos-mitos yang beredar di negara tersebut mengklaim bahwa vaksin bisa membuat anak-anak sakit dan mandul.

Untungnya, Emir atau pemimpin keturunan dari provinsi Kano, Nigeria, tidak tinggal diam.

Untuk membantah mitos-mitos tersebut, sang Emir dengan sengaja muncul di sebuah upacara publik sebelum kampanye vaksin nasional dimulai dan meminta sebotol kecil vaksin polio.

Disaksikan oleh seluruh warganya dan media massa, sang Emir membuka botol tersebut dan meminum seluruh isinya.  

Namun, “pertunjukkan” tersebut tidak serta merta menghapuskan kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin polio.

Baca juga : Peneliti Indonesia Buat Kartu Ucapan Tahun Baru Sekecil Virus Polio

Para pakar kesehatan pun harus proaktif dalam mengampanyekan vaksin polio. Salah satu caranya dengan mendekatkan diri ke masyarakat dan menghadiri acara-acara masyarakat, seperti pernikahan dan upacara penamaan.

“Dalam survei komunitas, kami pernah bertanya mengapa anak-anak tidak berada di rumah ketika jadwal vaksinasi mereka tiba. Jawaban yang paling sering kami terima adalah karena mereka sedang menghadiri acara sosial,” ujar Dr Mohammed Soghaier, seorang koordinator lapangan UNICEF untuk polio, seperti dilaporkan oleh Jeffrey Kluger di Time, Senin (7/5/2018).

Perlu Anda ketahui, di Nigeria, seorang anak baru diberi nama ketika berusia tujuh hari. Ini juga merupakan waktu yang tepat untuk memberi mereka vaksin dosis pertama.

Melalui acara-acara seperti inilah, para petugas kesehatan dari Rotary International, UNICEF, dan Bill and Melinda Gates Foundation dapat bertemu langsung dengan para ibu dan menjelaskan ulang mengenai pentingnya imunisasi. Dalam kesempatan tersebut, para petugas juga membagikan vaksinasi gratis kepada anak-anak.

Baca juga : Tidak Punya Empat Musim, Kapan Baiknya Vaksin Flu di Indonesia?

Di samping itu, para pakar kesehatan juga memperluas layanan kesehatan dengan mendirikan kemah-kemah kesehatan di berbagai lokasi. Ketika ada yang datang untuk berobat, para petugas akan menjelaskan dan menawarkan vaksinasi polio bagi anak-anak.

Masjid-masjid lokal juga turut serta dalam kampanye vaksin polio yang menarget para ayah. Tidak hanya sekadar membuka diskusi tentang vaksin dan kesehatan; para imam, termasuk Muhamad Nasir Adam dari Kano, secara terang-terangan menyampaikan dukungan mereka terhadap vaksinasi.

“Allah meminta manusia untuk mencari perlindungan dan pencegahan dari segala bahaya yang mungkin mengenai mereka. Pikiran dan otak yang sehat tidak akan datang dari tubuh yang tidak sehat. Kami (para Imam) berkomitmen untuk memastikan bahwa celah bagi virus tidak akan terbentuk dari rantai para pemimpin agama,” ujarnya kepada wakil Emir Kano, Sarkin Yakin.

Kini, semakin banyak anak-anak di Nigeria yang telah diberi vaksin polio. Nigeria juga telah melewatkan bulan ke-20 tanpa kasus polio baru.

Keberhasilan ini tidak lain datang dari komitmen para Imam, pemimpin, petugas kesehatan, dan orangtua yang bertekat untuk menghapuskan polio di Nigeria.



Sumber Time
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X