Kompas.com - 04/05/2018, 12:05 WIB
Situs uji coba Korut diduga runtuh. APSitus uji coba Korut diduga runtuh.

KOMPAS.com – Pada awal April lalu, Korea Utara menyatakan telah menutup situs uji coba nuklir mereka dan akan menghentikan semua uji coba nuklir dan misil antar benua.

Keputusan ini sempat dikira sebagai usaha Kim Jong Un mendekatkan diri dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat, tetapi studi baru yang akan segera dipublikasikan dalam jurnal Geophysical Research Letters mengungkapkan alasan yang sebenarnya.

Para peneliti dari University of Science and Technology China menduga bahwa situs uji coba nuklir Punggye-ri terkubur di bawah reruntuhan gunung Mantap setelah Korea Utara melaksanakan uji coba bom nuklir pada 3 September 2017.

Perlu Anda ketahui, bom yang digunakan Korea Utara dalam uji coba tersebut berkekuatan sekitar 100 kiloton, atau 10 kali lebih kuat dari kelima uji coba yang sebelumnya dilaksanakan. Bom tersebut juga jauh lebih besar daripada bom Hiroshima pada 1945 yang “hanya” 15 kiloton.

Baca juga : BMKG Catat Gempa 5,3 Magnitudo akibat Ledakan Nuklir di Korea Utara

“Menurut model kami, ledakan menyebabkan lubang dan merusak ‘cerobong’ batu di atasnya,” tulis para peneliti dalam makalah mereka.

Para peneliti menemukan hal ini setelah mengumpulkan dan menganalisis data seismik dan foto-foto satelit sebelum dan sesudah uji coba.

Mereka mendapati bahwa empat gempa bumi yang terjadi pada bulan September berkumpul pada satu titik, yakni di sekitar gunung Mantap.

Gempa pertama yang berkekuatan 6,3 magnitudo bahkan terjadi delapan menit setelah ledakan bom nuklir. Hal ini mengonfirmasikan dugaan para peneliti bahwa gempa disebabkan oleh uji coba tersebut.

Konklusi tersebut turut membenarkan hasil penelitian sebelumnya yang juga dipublikasikan dalam jurnal Geophysical Research Letters pada 14 Mei 2018 bahwa aktivitas gempa bumi pada September 2017 adalah hasil aktivitas manusia dan tidak terjadi secara alami.

Baca juga : Universitas Korea Selatan Diboikot karena Kembangkan Robot Pembunuh

Menurut para peneliti dalam studi baru ini, aktivitas uji coba bom nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara telah melebihi kapasitas area di sekitarnya hingga mencapai tahap “kegagalan kritis”.

“Melihat sejarah uji coba nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara di bawah gunung ini, uji coba nuklir dengan kekuatan yang sama akan menyebabkan keruntuhan dalam skala yang lebih besar dan bisa menyebabkan bencana lingkungan,” tulis mereka.

Para peneliti pun mengkhawatirkan kebocoran debu radioaktif melalui retakan dan lubang-lubang gunung Mantap, meskipun materi semacam itu belum ditemukan pada area-area perbatasan China-Korea Utara.

“Dengan hasil penemuan yang menyatakan bahwa situs uji coba nuklir Korea Utara di gunung Mantap telah runtuh, kita harus melanjutkan pengawasan terhadap kebocoran materi radioaktif yang mungkin disebabkan oleh keruntuhan tersebut,” tulis para peneliti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Gizmodo
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.