BMKG Catat Gempa 5,3 Magnitudo akibat Ledakan Nuklir di Korea Utara

Kompas.com - 11/09/2016, 06:31 WIB
Hasil pengukuran BMKG atas ledakan di Korea Utara pada 9 September 2016. BMKGHasil pengukuran BMKG atas ledakan di Korea Utara pada 9 September 2016.
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Korea Utara diyakini telah melakukan uji coba meledakkan bom nuklir pada Jumat (9/9/2016) di area Punggye-ri, tempat uji coba sebelumnya.

Hal tersebut ditandai dengan dampak ledakan berupa getaran gempa bumi berkekuatan 5,3 magnitudo yang berpusat di daratan Korea Utara.

Sejumlah lembaga di dunia memonitor gempa tersebut, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BMKG mencatat gempa berkekuatan 5,3 magnitudo itu terjadi pada 9 September 2016 pukul 14.30 WIB. Pusat gempa pada koordinat 41.20 Lintang Utara (LU) dan 129.7 Bujur Timur (BT) pada kedalaman 1 kilometer.

"Hasil analisis tersebut berdasarkan pada rekaman dari 122 stasiun seismik yang dioperasikan oleh BMKG, termasuk enam stasiun CTBTO," demikian penjelasan rilis BMKG.

CTBTO atau Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Organization memang menempatkan sejumlah stasiun pengukuran di dunia untuk memantau aktivitas nuklir.

Indikasi terjadinya ledakan nuklir di Korea Utara itu terlihat dari sinyal-sinyal yang terekam seismogram. Lokasi tidak di zona seismik dan kedalaman sangat dangkal.

Selain itu, rekaman seismogram menunjukkan amplitudo gelombang P (primer) relatif lebih besar ketimbang gelombang S (sekunder). Impuls pertama dari seluruh rekaman menunjukkan gerakan kompresi.

Hasil analisis BMKG ini sejalan dengan pengukuran lembaga-lembaga lainnya. USGS (Amerika), Geofon (Jerman), dan EMSC (Eropa) juga mencatat gempa 5,3 magnitudo di titik koordinat yang berdekatan.

Hanya, USGS dan EMSC mencatat pusat gempa di kedalaman 0 kilometer atau di permukaan tanah.

Menurut analis Korea Utara dari Middlebury Institute of International Studies, AS, Jeffrey Lewis, ledakan tersebut dihasilkan oleh ledakan setara 20-30 kiloton TNT.

Sesuai sanksi PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa), Korea Utara sebenarnya dilarang melakukan percobaan bom nuklir.

Namun, Korea Utara tetap melakukan serangkaian uji coba rudal balistik dan sebelum uji coba terakhir, pada Januari mereka mengklaim berhasil menguji bom hidrogen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Fenomena
Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kita
BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

Kita
BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Fenomena
Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Oh Begitu
Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Oh Begitu
Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Fenomena
BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Oh Begitu
Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Fenomena
Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Fenomena
Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Oh Begitu
Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Oh Begitu
Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X