Kompas.com - 01/05/2018, 18:07 WIB
Koloni bakteri Koloni bakteri

KOMPAS.com - Siapa sangka jika para bakteri saling berkomunikasi. Ya, bakteri penyebab penyakit pneumonia, sepsis, dan infeksi lainnya ternyata mampu mengirim sinyal "bahaya" kepada koloninya ketika antibiotik ingin membasmi mereka.

Layaknya pasukan perang, koloni bakteri Pseudomonas aeruginos akan merapatkan barisan untuk melindungi koloni dari serangan antibiotik. Perilaku baru bakteri tersebut diungkap oleh sejumlah ahli dari Universitas Notre Dame dan Univsersitas Illinois di Urbana-Champaign.

"Para peneliti belum mengerti benar bagaimana bakteri membuat koloni, sebut saja pada patogen oportunistik P. aeruginosa menanggapi antibiotik," kata Nydia Morales-Soto, ahli di bidang teknik sipil dan lingkungan dan ilmu bumi (CEEES) di Universitas Notre Dame dikutip dari Phys.org, Jumat (27/04/2018).

Baca Juga: Seberapa Banyak Bakteri dalam Spons Cuci Piring Kita?

"Sebagian besar yang kita ketahui berasal dari studi komunitas biofilm stasioner, sedangkan proses sebelum bakteri berkolonisasi, menyebar, dan berkembang kurang diketahui," sambungnya.

Untuk itu, secara khusus, para peneliti mengamati perilaku bakteri selama periode tersebut. Ini juga bisa berarti resistensi atau kebal terhadap antibiotik, tambah Morales-Soto.

Perilaku koloni bakteri P. aeruginosa tersebut ternyata tidak lepas dari pengaruh antibiotik tobramycin. Antibiotik ini menghasilkan dua sinyal reaksi saat digunakan untuk memerangi bakteri tersebut.

Sinyal pertama adalah melokalisir koloni bakteri atau disebut Pseudomonas quinolone signal  (PQS).

Sinyal kedua adalah alkyl hydroxyquinoline (AQNO) atau sinyal bagi seluruh koloni bakteri. Selama ini, tobramycin merupakan antibiotik yang paling sering digunakan dalam perawatan medis.

Dari pengamatan secara terpisah terhadap setiap reaksi, para peneliti mengungkap bahwa P. aeruginosa benar-benar mampu menghasilkan PQS dalam jumlah yang sedikit namun dengan konsentrasi lebih tinggi dari penelitian sebelumnya.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa PQS dan AQNO secara bebas mengatur reaksi yang sengaja menyampaikan pesan yang berbeda.

Baca Juga: Listeria, Bakteri Patogen yang Pemilih

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber PHYSORG
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Oh Begitu
Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Kita
[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

Oh Begitu
Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Oh Begitu
Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Kita
Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Kita
Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Fenomena
NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Fenomena
WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Kapan Seseorang Dikatakan Hipertensi? Kenali Gejalanya

Kapan Seseorang Dikatakan Hipertensi? Kenali Gejalanya

Kita
Apakah Hepatitis Akut Misterius Berpotensi jadi Pandemi Berikutnya?

Apakah Hepatitis Akut Misterius Berpotensi jadi Pandemi Berikutnya?

Oh Begitu
Surabaya Cuaca Terpanas di Indonesia, Berikut Wilayah dengan Suhu Paling Panas

Surabaya Cuaca Terpanas di Indonesia, Berikut Wilayah dengan Suhu Paling Panas

Fenomena
BMKG Ungkap 5 Penyebab Suhu Udara Panas dan Gerah Akhir-akhir Ini

BMKG Ungkap 5 Penyebab Suhu Udara Panas dan Gerah Akhir-akhir Ini

Fenomena
Apa Itu Perilaku Manipulatif dan Ciri-cirinya

Apa Itu Perilaku Manipulatif dan Ciri-cirinya

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.