Seberapa Banyak Bakteri dalam Spons Cuci Piring Kita? - Kompas.com

Seberapa Banyak Bakteri dalam Spons Cuci Piring Kita?

Kompas.com - 25/02/2018, 20:29 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi


KOMPAS.com - Spons cuci piring adalah salah satu alat andalan saat kita membersihkan aneka peralatan memasak dan makan.

Tak jarang, beberapa orang menggunakan spons cuci piring sampai benar-benar hancur dan tipis.

Jika kebiasaan tersebut masih Anda lakukan, sebaiknya segera ubah kebiasaan ini. Seperti diberitakan Kompas.com sebelumnya, spons cuci piring sebaiknya diganti seminggu sekali.

Bukan tanpa sebab, ini karena spons cuci piring adalah tempat terbaik bersarangnya bakteri jahat yang dapat mengganggu kesehatan manusia.

Baca juga : Seberapa Sering Spons Cuci Piring Harus Diganti?

Dalam laporan NSF International pada 2011, tim peneliti melakukan eksperimen untuk mengetahui seberapa banyak bakteri koliform dalam peralatan dapur. Bakteri koliform merupakan golongan bakteri intertinal yang hidup dalam saluran pencernaan manusia.

Bakteri Escherichia coli juga termasuk dalam golongan ini, mengikuti bakteri Enterobacter aerogenes dan Serratia marcescens.

Mereka menemukan spons cuci piring adalah benda paling kotor yang punya paling banyak bkteri koliform. Setidaknya 75 persen dari spons cuci piring terkontaminasi bakteri koliform.

Setelah itu tempat paling banyak bakteri berikutnya di rumah adalah wastafel dapur, countertops, papan untuk memotong, pemegang sikat gigi, dan gagang pintu kamar mandi.

Walaupun ada kepercayaan spons dapat bersih kembali jika dicuci atau direbus, faktanya berkata lain.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Nature, jika spons dibersihkan dengan cara direbus justru akan meningkatkan jumlah patogen yang lebih tinggi. Itu berarti akan ada lebih banyak bakteri berbahaya dan resisten. Begitu juga jika kita mencucinya. Hal ini hanya sia-sia.

Dilansir dari Bussines Insider, Rabu (21/2/2018), spons cuci piring memiliki rata-rata  5×10^10 atau 5 kali (10 pangkat 10) bakteri dalam satu sentimeter kubik. Peneliti menyarankan untuk mengganti spons setidaknya dua minggu sekali atau sebaiknya seminggu sekali.

Baca juga : Mungkinkah Bakteri Jadi Sumber Bahan Baku Deterjen Ramah Lingkungan?


Komentar
Close Ads X