Kompas.com - 26/04/2018, 19:01 WIB
Kathryn Leacock, direktur Buffalo Museum of Science, memegang telur ayam untuk membandingkan ukuran telur burung gajah. Telur ini sudah ada di museum sejak 1939, namun tidak pernah dipajang karena dianggap replika. Hasil penelitian membuktikan telur ini benar-benar asli. Kathryn Leacock, direktur Buffalo Museum of Science, memegang telur ayam untuk membandingkan ukuran telur burung gajah. Telur ini sudah ada di museum sejak 1939, namun tidak pernah dipajang karena dianggap replika. Hasil penelitian membuktikan telur ini benar-benar asli.


KOMPAS.com - Di masa lalu, burung gajah pernah hidup di Madagaskar, Afrika, sampai abad ke-17. Secara fisik, burung gajah mirip burung unta namun dengan ukuran yang jauh lebih besar.

Hewan ini disebut-sebut sebagai spesies terbesar dengan lebar tiga meter dan berat mencapai 500 kilogram.

Mengingat ukurannya yang sangat besar, peneliti mencatat volume telurnya setara dengan 150 telur ayam. Ini adalah telur terbesar yang pernah dicatat sejarah.

Berkaitan dengan telur burung gajah, belum lama ini peneliti mengumumkan telah menemukan salah satu telur burung gajah asli di Buffalo Museum of Science, New York, Amerika.

Baca juga : Begini Ternyata Bentuk Telur Hiu

Kurator museum tersebut menemukan telur raksasa dengan berat 1,4 kilogram dan tinggi 30 sentimeter di dalam lemari museum.

Awalnya telur ini diberi label replika telur burung gajah. Namun, setelah diteliti kembali mereka mengatakan telur tersebut asli.

Saat manajer koleksi zoologi museum Paige Langle, melihat telur raksasa yang diberi label replika, ia justru merasa bahwa telur itu adalah telur burung gajah asli.

"Saat saya mengamati permukaan kulit dan menimbang berat telur itu, saya yakin ini asli," kata Langle kepada Smithsonian.com dilansir The Independent, Rabu (25/4/2018).

Setelah menelusuri koleksinya, kecurigaan Langle semakin besar saat ia menemukan telur replika yang sebenarnya dan menemukan sebuah catatan yang menunjukkan museum tersebut memang membeli telur burung gajah asli pada 1939.

Untuk membuktikannya, para kurator mengirim telur ini ke para ilmuwan yang ada di State University College, Buffalo.

Baca juga : Astronom: Bau Planet Uranus Seperti Telur Busuk

Lewat penelitian radiografi spesimen, peneliti menegaskan telur itu benar-benar asli.

Setelah berhasil menetapkan keasliannya, kurator museum berencana untuk memajang telur ini di museum untuk pertama kalinya sejak 1950-an.

Menurut penelitian, burung gajah di Madagaskar punah karena perburuan manusia dan perubahan iklim di Madagaskar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Kita
Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fenomena
Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Oh Begitu
5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

Oh Begitu
Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Oh Begitu
Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Oh Begitu
9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

Kita
Orang yang Terinfeksi Omicron Bisa Menyebarkan Virus hingga 10 Hari

Orang yang Terinfeksi Omicron Bisa Menyebarkan Virus hingga 10 Hari

Oh Begitu
Memahami Cara Kawin Nyamuk Bisa Bantu Perangi Malaria

Memahami Cara Kawin Nyamuk Bisa Bantu Perangi Malaria

Oh Begitu
Mengenal PCI Jantung, Prosedur Medis untuk Penyakit Jantung Koroner

Mengenal PCI Jantung, Prosedur Medis untuk Penyakit Jantung Koroner

Kita
Usai Foto Selfie Ghozali, Ramai Jual NFT Foto KTP dan Tubuh Tanpa Busana, Ini Kata Psikolog Sosial

Usai Foto Selfie Ghozali, Ramai Jual NFT Foto KTP dan Tubuh Tanpa Busana, Ini Kata Psikolog Sosial

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.