Kompas.com - 23/04/2018, 19:06 WIB
Seperti di negara lain, Indonesia juga menghadapi ancaman krisis sampah plastik. Seperti di negara lain, Indonesia juga menghadapi ancaman krisis sampah plastik.

Ragas berbagi pengalamannya kepada Shukman tentang peran sosial media untuk penanganan sampah.

Dua tahun lalu, saat Ragas menggelar sebuah lokakarya tentang polusi plastik di Bandung, pemerintah memandang masalah sampah plastik bukan sebagai ancaman serius. Namun, respons tersebut ternyata sudah berubah saat lokakarya serupa digelar sebulan lalu.

Penyebabnya adalah peranan sosial media yang menyebarkan gambar-gambar tentang sampah yang menggunung di sungai dan tampak kotor. Sosial media mampu merubah pola pikir seseorang.

"Mereka segera melihat bahwa 'Inilah penampakan sungai milik saya dan itu karena saya membuang sampah di sana' jadi mereka bisa segera melihat dampak dari perilaku mereka," kata Ragas.

Solusi berkelanjutan

Diakui atau tidak, krisis sampah plastik di Indonesia memang pelik. Salah satu buktinya adalah ketika para petugas selesai memunguti sampah dan hendak membuangnya ke Tempat Pembuangan Akhir, tidak ada satu pun truk yang mengangkut sampah. 

Akhirnya, sampah terpaksa didorong menuju daerah hilir dan dibiarkan menjadi masalah di daerah lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, tak jauh dari Jakarta, khususnya di daerah sekitar pantai, Shukman melihat pemandangan sebuah kanal yang benar-benar tertutup oleh sampah plastik. Penduduk di sekitar lokasi mengeluhkan, setiap kali mereka mencoba membersihkan sampah, lebih banyak sampah datang lagi.

Garis pantai di wilayah tersebut juga benar-benar tertutup oleh tumpukan sampah plastik yang membentang lebih dari ratusan meter.

Melihat kondisi ini, Shukman berpendapat bahwa krisis sampah plastik di Indonesia mungkin masih butuh waktu lama untuk bisa diatasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.