Kompas.com - 13/04/2018, 17:30 WIB

KOMPAS.com - Obyek-obyek di antariksa kerap bertabrakan maupun menyatu satu sama lain. Lubang hitam salah satunya.

Menganalisis data gelombang para peneliti proyek The Laser Interferometer Gravitional-Wave Observatory (LIGO) mengungkap bunyi saat dua lubang hitam menyatu.

Ternyata, bunyinya tak menggelegar seperti tabrakan dua buah mobil tetapi hanya serupa balon yang meletus.

Peneliti berhasil membuat simulasi suara persatuan lubang hitam itu dengan modal data gelombang gravitasi yang ditangkap.

Tahun 2016 lalu, peneliti dari proyek LIGO untuk pertama kalinya berhasil menangkap gelombang gravitasi yang bersumber dari persatuan dua lubang hitam.

Gelombang gravitasi dari alam semesta sangat-sangat kecil saat mencapai bumi. Namun, peneliti akhirnya berhasil memisahkannya dari "kebisingan".

Baca juga : Kicauan Jagat Raya Terdengar Lagi, Kuatkan Bukti Kebenaran Teori Einstein

Peneliti mengubah data gelombang itu menjadi gelombang suara hingga akhirnya berhasil mendapatkan perkiraan suara saat dua lubang hitam menyatu.

Menurut peneliti, mempelajari gelombang yang melimpah di antariksa tak hanya bermanfaat untuk mengetahui suara misterius yang mungkin ada, tetapi awal alam semesta itu sendiri.

"Suatu hari, teknik ini memungkinkan kita untuk melihat gelombang gravitasi dari Big Bang yang tersembunyi di balik gelombang gravitasi dari lubang hitam dan bintang neutron,"kata Eric Thrane, peneliti dari Monash University di Melbourne, Australia.

Dikutip dari Newsweek Kamis (12/4/2018), para peneliti berencana menggunakan superkomputer untuk mempelajari dari data-data yang telah didapat.

Mereka berpikir metode baru mereka 1.000 kali lebih sensitif daripada teknik yang dilakukan saat ini. Para peneliti menuliskan hasil penelitiannya ke Physical Review X.

Baca Juga: Apa yang Terjadi jika Bumi Kita Dilahap Lubang Hitam Raksasa?

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Newsweek


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.