Kompas.com - 11/04/2018, 19:31 WIB
Teleskop Hubble tangkap Cincin Einstein Teleskop Hubble tangkap Cincin Einstein


KOMPAS.com - Awal bulan ini, NASA baru saja mengumumkan keberhasilan teleskop Hubble menangkap bintang terjauh sepanjang sejarah bernama Icarus.

Terbaru, NASA umumkan teleskop Hubble berhasil menangkap fenomena yang dikenal dalam istilah astronomi sebagai "cincin Einstein".

Kelompok ratusan galaksi individu yang disebut SDSS J0146-0929, terikat oleh gravitasi. Di wilayah tersebut ada begitu banyak massa yang gugusnya membelokkan cahaya dari objek di belakangnya.

Bisa dilihat, lengkungan cahaya yang berwarna merah itu seolah membentuk cincin yang sempurna. Cincin merah itu sebenarnya galaksi, dan itulah cincin Einstein.

Baca juga : Inilah Icarus, Bintang Terjauh yang Berhasil Ditangkap Teleskop Hubble

"Cincin itu berasal dari cahaya galaksi yang jauh dan massa yang sangat besar," kata NASA dalam pernyataannya, dilansir Space.com, Selasa (10/4/2018).

"Dalam potret ini, cahaya dari latar belakang galaksi dialihkan dan terdistorsi di sekitar gugus intervensi besar dan dipaksa melakukan perjalanan sepanjang banyak jalur cahaya yang berbeda menuju bumi, membuat galaksi seolah-olah terlihat di satu tempat yang sama," sambung pernyataan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cincin Einstein merupakan istilah yang lahir dari Albert Einstein pada awal 1900-an. Ia memiliki teori yang menyatakan bahwa objek besar dapat melengkung di ruang dan waktu. Proses ini dikenal sebagai lensa gravitasi.

"Saat kumpulan galaksi yang paling masif sejalan dengan objek yang lebih jauh, mereka akan menghasilkan cincin Einstein. Sejenis lensa gravitasi," imbuh pernyataan.

Cincin Einstein memberi banyak keuntungan untuk para astronom ketika mencoba melihat objek yang jauh.

Baca juga : Akan Diluncurkan Pada 2020, NASA Mulai Rakit Robot Penjelajah Mars

Misalnya pada 2015, para astronom memanfaatkan cincin Einstein untuk melihat daerah pembentuk bintang di galaksi yang terbentuk sekitar 2,4 miliar tahun setelah Big Bang. Ini memberikan lebih banyak wawasan tentang bagaimana galaksi bersatu di alam semesta awal.

Cincin Einstein sebelumnya pernah muncul di tahun 2016, dalam kelompok bintang galaksi kerdil Sculptor. Pada saat itu, para peneliti mengatakan ada kurang dari selusin cincin Einstein, yang terlihat sebagian atau penuh.

Tim ilmuwan menambahkan bahwa mereka berencana untuk menggunakan cincin Einstein khusus ini di Sculptor untuk menyelidiki sifat materi gelap. Ini dapat membantu para ilmuwan belajar tentang struktur skala besar alam semesta, karena sekitar 80 persennya terdiri dari materi gelap dan energi gelap, yang tidak dapat diamati secara langsung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber SPACE.COM
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Oh Begitu
12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

Oh Begitu
Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Oh Begitu
Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Oh Begitu
Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.