Kompas.com - 03/04/2018, 17:34 WIB


KOMPAS.com - Antariksa mungkin adalah tempat yang paling banyak menyimpan misteri.

Dari sejuta misteri yang ada di antariksa, salah satu yang diminati adalah pencarian bintang.

Sejauh ini, para astronom tidak dapat mengidentifikasi bintang individual yang jauhnya lebih dari 100 juta tahun cahaya. Hal ini karena ukurannya yang lebih kecil dan lebih redup dibanding galaksi.

Namun, beberapa waktu lalu badan antariksa milik Amerika Serikat (NASA) mengubah sejarah itu. Mereka mengabarkan, teleskop Hubble NASA untuk pertama kalinya membidik  bintang raksasa biru yang jaraknya 9 miliar tahun cahaya dari tata surya kita.

Baca juga : Teleskop Hubble Tangkap Galaksi Kuno yang Sangat Unik

Nama bintang ini adalah MACS J1149+2223 Lensed Star 1 (LS1) atau dijuluki dengan nama Icarus.

"Untuk pertama kalinya kita dapat melihat sebuah bintang normal individu yang diperbesar. Bukan supernova, bukan ledakan sinar gamma, bukan galaksi, tapi sebuah bintang yang stabil. Icarus sangat istimewa," ujar pemimpin studi Patrick Kelly dari Universitas Minnesota, Twin Cities, dilansir Science Alert Selasa (3/4/2018).

Temuan yang diterbitkan di Nature Astronomy, Senin (2/4/2018), menyebut Icarus berhasil ditangkap setelah para astronom menggabungkan kekuatan teleskop Hubble dengan efek alami yang membuat obyek yang letaknya sangat jauh tampak lebih terang dari biasanya. Mereka menyebut teknologi ini dengan istilah lensa gravitasi.

Lensa gravitasi adalah obyek besar yang ada di ruang angkasa. Lensa ini mampu memperbesar bintang dan galaksi yang letaknya tidak dapat dijangkau tata surya,

Menurut rekan astronom dari Universitas California, Alex Flippenko, benda-benda super masif di antariksa memiliki gravitasi kuat sehingga mereka mampu melengkungkan seluruh bidang di sekitarnya termasuk cahaya.

Ini artinya, ketika sebuah galaksi lewat di antara Bumi dan target, para astronom hanya punya waktu singkat untuk memotret dengan sangat rinci.

Dilansir Newsweek, Senin (2/4/2018), pelensaan gravitasi teta bergantung pada keberuntungan. Dengan cara ini bintang yang letaknya jauh akkan lebih mudah ditemukan dan bisa diperbesar sampai ribuan kali. Icarus sendiri diperbesar 2.000 kali.

Baca juga : Bitcoin Bikin Astronom Sulit Temukan Bintang, Kok Bisa?

Efek lensa yang sangat kuat menciptakan sesuatu yang dalam istilah astronom disebut sebagai cincin Einstein, yakni jenis lensa gravitasi tidak biasa di mana cahaya melengkung menyerupai cincin.

Bintang Icarus letaknya sangat jauh dari tata surya kita. Akibatnya, para astronom tidak benar-benar melihat cincin Einstein membentuk cincin. Namun setidaknya, teleskop Hubble berhasil menangkap Icarus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.