Kompas.com - 05/04/2018, 20:33 WIB

KOMPAS.com - Daripada sakit hati, lebih baik sakit gigi. Penggalan lagu dangdut karya Megi Z di atas mungkin menggambarkan betapa tidak enaknya sakit gigi, sampai-sampai disandingkan dengan sakit hati.

Sakit gigi memang adalah pengalaman tak menyenangkan. Untuk itu, kesehatan gigi perlu dirawat dengan baik.

Salah satu caranya adalah dengan rajin menyikat gigi.

Tapi pernahkah terpikirkan oleh Anda, sebelum sikat gigi ditemukan dengan apa manusia menyikat gigi?

Baca juga: Mana Lebih Baik, Sikat Gigi Manual atau Sikat Gigi Elektrik?

Ternyata memperhatikan kebersihan dan kesehatan gigi telah lama dilakukan manusia sejak lama. Bahkan sejak zaman prasejarah.

Tongkat Kunyah

Salah satu alat paling awal yang digunakan untuk membersikan gigi adalah ranting atau cabang kayu yang dikunyah dan digosokan di dalam mulut. Hal ini telah dilakukan sejak tahun 3.500 Sebelum Masehi (SM).

Kebiasaan mengunyah ranting ini mulanya dilakukan oleh masyarakat Babylonia. Ranting ini sering disebut sebagai "tongkat kunyah".

Pada dasarnya, tongkat kunyah adalah ranting katu dengan ujung berjumpai.

Kisah "sikat gigi kuno" ini juga banyak ditemukan dalam literatur China dari tahun 1.600 SM. Dalam literatur-literatur tersebut, digambarkan penggunaan tongkat kunyah yang diambil dari pohon aromatik.

Hal ini mungkin ditujukan agar mulut terasa lebih segar dan wangi.

Siwak

Sedangkan dalam sejarah Islam, tongkat kunyah ini punya tempat tersendiri. Disebut dengan siwak atau miswak, tongkat ini diambil dari tanaman Salvadora persica.

Berbagai literatur Islam juga menjelaskan bahwa siwak ini digunakan sebelum beribadah, sebelum bertamu, sebelum dan sesudah melakukan perjalanan, pada hari Jumat, sebelum tidur, dan setelah bangun tidur.

Salvadora persica sendiri selama ini dijuluki sebagai pohon sikat gigi. Berbagai tes laboratorium menunjukkan batang dan daun tanaman ini memberikan perlindungan pada gigi.

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat Mengganti Sikat Gigi?

Sikat Berbulu Pertama

Sekian lama dunia hanya mengenal tongkat kunyah, hingga akhirnya tongkat dengan bulu sikat ditemukan di China. Bisa dikatakan ini merupakan sikat gigi berbulu pertama di dunia.

Sikat gigi berbulu pertama diciptakan saat Dinasti Tang, sekitar tahun 619 hingga 907. Saat itu, bulu sikat terbuat dari bulu babi musim dingin.

Bulu babi ini tumbuh sangat kaku sehingga menghasilkan bahan yang kuat untuk sikat gigi.

Sedangkan dalam beberapa dokumentasi tertulis, sejak tahun 1.223 para biksu di China menggunakan sikat yang terbuat dari ekor bulu kuda untuk membersihkan gigi mereka.

Meski punya sejarah panjang di China, butuh berabad-abad hingga benda ini sampai di Eropa. Selama itu, orang Eropa membersihkan giginya dengan lap yang direndam dalam garam atau jelaga.

Sikat Gigi Modern

Sikat gigi berbulu baru sampai di Eropa sekitar abad ke-18. William Addis dari Inggris merupakan penemu sikat gigi modern pertama.

Penemuan sikat gigi pertama ini cukup panjang dan berhubungan dengan kehidupan penjara Addis.

Sekitar 1780-an, Addis memang dijebloskan ke penjara dengan tuduhan memulai kerusuhan. Mendekam di sel yang gelap, tanpa mengerjakan apapun, dan mulut yang bau membuatnya terinspirasi untuk membuat alat pembersih gigi.

Inspirasinya ini datang ketika dia melihat sapu di pojok ruangan. Addis kemudian mengambil tulang dilantai, entah bagaimana, mengebornya dan memasukkan bulu dari sipir.

Baca juga: Cara Sikat Gigi yang Tepat Kurangi Risiko Gigi Berlubang

Keluar dari penjara, Addis menghasilkan sejumlah sikat gigi yang terbuat dari bulu kuda dan tulang. Dia mulai menjualnya di jalanan London.

Mulai saat itulah, popularitas sikat gigi meningkat. Addis mendirikan perusahaan dan memproduksi sikat gigi modern secara massal pertama.

Meski telah diproduksi secara massal, sayangnya hingga 1840-an, sikat gigi modern belum pernah dipatenkan. Baru sekitar 1857, paten pertama untuk sikat gigi diajukan oleh H. N Wadsworth.

Setelah mengajukan paten, Wadsworth memproduksi sikat gigi seperti di China. Dia menggunakan tulang hewan dan bulu babi.

Sikat Gigi Nilon

Sekitar tahun 1937, sikat gigi dengan bulu hewan mulai ditinggalkan. Hal ini ditandai dengan dibuatnya sikat gigi berbulu nilon pertama oleh Du Pont Laboratories.

Sikat gigi berbulu nilon dianggap lebih higienis dibanding bulu hewan.

Selanjutnya, nilon yang lebih lembut dibuat untuk kenyamanan menyikat gigi. Sikat gigi berbahan polimer ini merevolusi sikat gigi yang ada kini.

Sikat Gigi Listrik

Gaya hidup yang berubah dan ingin segalanya mudah membuat terciptanya sikat gigi listrik. Sikat gigi listrik pertama diciptakan di Swiss pada 1939.

Baca juga: Sikat Gigi Hanya Sekali Sehari? Ini Efeknya

Sedangkan pada 1960-an, sikat gigi listrik pertama dijual di Amerika Serikat oleh perusahaan Squibb dengan nama The Broxodent.

Teknologi dunia terus berkembang. Tak terkecuali pada teknologi sikat gigi.

Kini kita dengan mudah menemukan berbagai variasi sikat gigi. Mulai dari gagang lurus, miring, hingga melengkung.

Kepala sikat gigi juga tersedia dalam berbagai ukuran dan bentuk untuk berbagai jenis usia. Tak menutup kemungkinan di masa mendatang, sikat gigi terus berkembang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.