Teleskop Hubble Temukan Jupiter Panas yang Gelap Gulita - Kompas.com

Teleskop Hubble Temukan Jupiter Panas yang Gelap Gulita

Shierine Wangsa Wibawa
Kompas.com - 18/09/2017, 21:06 WIB
Ilustrasi menunjukkan salah satu exoplanet tergelap, WASP-12b, sedang mengorbit bintang.Space Telescope Science Institut Ilustrasi menunjukkan salah satu exoplanet tergelap, WASP-12b, sedang mengorbit bintang.

KOMPAS.com -- Sebuah planet misterius di luar tata surya kita ( exoplanet) bernama WASP-12b akhirnya menampakkan jati dirinya. Rupanya, WASP-12b menyerap 94 persen dari cahaya yang masuk ke atmosfernya sehingga terlihat gelap gulita.

Berjarak 1.400 tahun cahaya dari bumi, WASP-12b adalah salah satu exoplanet paling unik yang pernah ditemukan oleh manusia. Oleh sebab itu, ia pun menjadi salah satu exoplanet yang paling sering dipelajari sejak ditemukan pada 2008.

Kita telah mengetahui bahwa WASP-12b adalah salah satu “Jupiter panas”, sebuah planet gas raksasa yang 40 kali lipat lebih besar daripada Jupiter dan mengorbit bintangnya dalam jarak dekat.

(Baca juga: "Neptunus Kedua" Ditemukan, Uniknya Suhunya Hangat)

Ia berjarak  3,2 juta kilometer dari bintangnya, atau sekitar 46 kali lebih dekat dari jarak bumi dan matahari. Saking dekatnya, exoplanet ini bahkan bisa menyelesaikan orbitnya dalam waktu sehari.

Namun, yang lebih menarik adalah rotasi WASP-12b yang menyamai orbitnya sehingga satu sisinya selalu mengalami siang dan baliknya selalu mengalami malam.

Kini, para peneliti telah mengetahui satu hal unik lagi dari WASP-12b. Menggunakan spektograf dari teleskop Hubble, para peneliti mengukur albedo atau seberapa banyak cahaya yang dipantulkan oleh planet tersebut.

Dipublikasikan dalam The Astrophysical Journal Letters, albedo dari WASP-12b hanya 0,064 atau dua kali lipat lebih kecil daripada bulan yang memiliki albedo 0.12. Dengan albedo tersebut, artinya WASP-12b lebih gelap dibandingkan aspal baru.

“Kita tidak pernah membayangkan akan menemukan exoplanet segelap ini. Kebanyakan Jupiter panas memantulkan 40 persen dari cahaya bintangnya,” kata peneliti utama Taylor Bell dari McGill University dan Institusi Penelitian Exoplanet di Kanada.

(Baca juga: Kali Pertama, "Kilauan" Air Dideteksi pada Jupiter Panas)

Menurut para peneliti, hal ini disebabkan oleh suhu pada sisi siang WASP-12b yang terlalu tinggi dan tidak berawan. Pada 2.600 derajat celcius, sisi siang exoplanet ini bersikap layaknya bintang bermassa rendah dan memecah molekul hidrogen menjadi hidrogen atom

Sebaliknya, sisi malam WASP-12b yang hanya 1000 derajat celcius lebih dingin sehingga awan bisa terbentuk. Pengukuran sebelumnya bahkan menemukan air di atmosfer exoplanet ini.

Walaupun WASP-12b memantulkan sedikit cahaya, tetapi ia tidak sepenuhnya gelap. Panasnya yang luar biasa membuat planet ini berpendar merah seperti besi panas

“Penelitian Hubble ini menunjukkan keragaman populasi Jupiter panas yang luar biasa. Anda bisa menemukan planet seperti WASP-12b yang 4.600 derajat Fahrenheit, tetapi juga planet lain yang 2.200 derat Fahrenheit, dan mereka sama-sama disebut Jupiter panas,” kata Bell.

Sayangnya, WASP-12b tidak punya waktu lama. Para peneliti menulis bahwa dikarenakan oleh jarak dengan mataharinya yang bergitu dekat, exoplanet ini akan perlahan-lahan terseret dan pada akhirnya, tertelan dalam waktu 10 juta tahun.

PenulisShierine Wangsa Wibawa
EditorShierine Wangsa Wibawa

Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM