Hati-hati, Gemar Makan Steak “Well Done” Berisiko Hipertensi

Kompas.com - 02/04/2018, 19:06 WIB

KOMPAS.com - Apakah Anda termasuk penggemar steak daging dengan kematangan sempurna, atau istilahnya “well done”? Mulai sekarang, lebih baik berpikir ulang saat memesannya.

Pasalnya, studi terbaru garapan Dr Gang Liu dari TH Harvard Chand School of Public Health mengungkapkan bahwa daging yang dipanggang hingga matang sempurna memperbesar risiko hipertensi. Temuan ini dipaparkan dalam pertemuan American Heart Association di New Orleans, pekan lalu.

Liu dan rekannya meneliti kaitan daging dengan tekanan darah yang meninggi pada responden yang tergabung dalam tiga percobaan jangka panjang: 32.925 perempuan dalam Nurses' Health Study, 53.852 perempuan dalam Nurses' Health Study II, dan 17.104 laki-laki dalam Health Professionals Follow-Up Study.

Seluruh responden ini secara reguler memakan daging sapi, unggas, dan ikan. Para peneliti juga mendata cara responden mengolah makanan mereka.

Baca juga : Jangan Percaya Mitos, Daging Kambing Tidak Bikin Darah Tinggi

Walaupun pada awalnya para partisipan sehat dan tidak memiliki penyakit jantung, kanker, diabetes, maupun hipertensi; 37.123 di antara mereka ditemukan memiliki hipertensi ketika dipantau kembali 12 hingga 16 tahun setelahnya.

Lebih detailnya, konsumsi daging bakar secara rutin 15 kali per bulan ditemukan meningkatkan risiko hipertensi sebanyak 17 persen, dibandingkan dengan yang kurang dari 4 kali sebulan makan daging bakar.

Sementara itu, bagi orang yang gemar makan daging matang sempurna atau well done, risiko mereka terkena darah tinggi 15 kali lebih besar dibandingkan penyuka daging yang lebih mentah.

Menurut penelitian pada hewan, risiko tersebut muncul lantaran tubuh menelan bahan kimia yang dihasilkan oleh proses pembakaran daging. Zat tersebut memicu berlebihnya radikal bebas (stres oksidatif), peradangan pada sistem darah, dan resistensi insulin yang bisa berujung pada darah tinggi.

Baca juga : Benarkah Arang Bisa Memicu Kanker?

Kesimpulan lain yang diperoleh yakni bukan jenis daging yang menyebabkan hipertensi, melainkan bagaimana daging tersebut dimasak. Daging yang matang sempurna atau well done berpotensi menimbulkan hipertensi jika sering dikonsumsi. Pasalnya, daging ini terpapar api dan suhu tinggi secara langsung dalam waktu yang tidak sebentar, kata Dr Liu.

Dengan kata lain, tidak cuma daging merah dari sapi yang menimbulkan hipertensi, daging ikan dan ayam pun berisiko menaikkan tekanan darah jika diproses dengan cara dibakar atau dipanggang.

“Memang, beberapa penelitian menyebutkan bila konsumsi daging merah memicu hipertensi, terutama daging merah olahan. Namun, risiko hipertensi dari memakan ayam atau ikan belum dijabarkan secara konsisten,” ujar Dr Liu dilansir dari Reuters pada Sabtu (31/3/2018).

Baca juga : 3 Cara yang Harus Dihindari Saat Memanggang Daging Menurut Sains

“Studi sebelumnya, belum mempertimbangkan faktor penting ini, yakni metode memasak daging yang berbeda,” imbuhnya.

Pakar diet dari Universitas Northwestern, Dr Linda Van Horn mendukung temuan ini. Horn berkata bahwa pada prinsipnya, pemanggangan pada suhu tinggi meningkatkan peluang terserang peradangan sistem darah hingga berujung penyakit kronis.

Kendati demikian, bukan berarti kita hanya boleh memakan daging secara mentah karena itu juga tidak baik.

Dr Van Horn berkata bahwa yang terpenting adalah jangan sampai kita terlalu banyak memakan daging yang dibakar. Lalu, proses pemanggangan tidak usah terlalu lama hingga gosong. Apabila ada bagian yang gosong, sebaiknya jangan dikonsumsi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.