3 Cara yang Harus Dihindari Saat Memanggang Daging Menurut Sains

Kompas.com - 22/03/2018, 17:32 WIB
Daging merah karandaevDaging merah


KOMPAS.com — Hubungan antara metode memasak dengan risiko meningkatnya penyakit tak banyak diteliti oleh para ahli.

Belum lama ini, peneliti asal Harvard TH Chan School of Public Health di Boston mempresentasikan temuan awal tentang metode memanggang atau membakar daging dengan risiko tekanan darah tinggi di acara asosiasi Epidemologi dan Pencegahan Jantung AS.

Penelitian ini fokus mengamati orang yang rutin makan daging panggang, seperti sapi, unggas, dan ikan, terhadap risiko tekanan darah tinggi. Para ahli tak hanya melakukan pengamatan satu dua tahun, tapi belasan tahun.

Baca juga: Benarkah Pasien Kanker Pantang Makan Daging dan Ikan?

Peneliti menganalisis data kuesioner dari 103.881 orang yang rutin mengonsumsi daging. 86.777 adalah perempuan dan 17.104 adalah laki-laki.

Saat para peserta mendaftarkan diri dalam studi jangka panjang, tak ada satu pun dari mereka yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, atau kanker.

Setelah 12-16 tahun berlalu, 37.123 peserta melaporkan memiliki tekanan darah tinggi.

Di antara peserta yang melaporkan punya tekanan darah tinggi, sebagian besar mengaku mengonsumsi aneka macam daging setidaknya dua kali dalam seminggu.

Penelitian yang didanai oleh National Heart, Lung and Blood Institute, AS, menemukan ada tiga hal yang bisa meningkatkan tekanan darah tinggi.

Pertama, orang yang memanggang daging sapi, unggas, atau ikan lebih dari 15 kali dalam sebulan berisiko 17 persen mengalami tekanan darah tinggi dibanding mereka yang mengonsumsi daging panggang kurang dari empat kali dalam satu bulan.

Kedua, orang yang memanggang daging sampai matang secara sempurna (well done) berisiko 15 persen lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi dibanding mereka yang makan daging cenderung masih mentah (rare, masih berwarna merah dan daging terasa juicy).

Ketiga, orang yang memasak sampai daging hangus atau terkena suhu tinggi berisiko 17 persen lebih tinggi memiliki tekanan darah tinggi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X