Kompas.com - 31/03/2018, 18:04 WIB
Diana Zepeda, 34, asal Washington, D.C., mengeluh perutnya kram dan diare yang diyakini keracunan makanan. Hasil diagnosis menyatakan ia menderita kanker usus besar stadium 4. Diana Zepeda, 34, asal Washington, D.C., mengeluh perutnya kram dan diare yang diyakini keracunan makanan. Hasil diagnosis menyatakan ia menderita kanker usus besar stadium 4.


KOMPAS.com - Apa jadinya jika masalah perut yang diyakini sebagai keracunan makanan ternyata adalah kanker usus besar atau kanker kolon?

Hal ini dialami Diana Zepeda, 34. Pada 2016 lalu, perempuan asal Washington DC ini mengalami diare, perut kram, dan mengeluarkan banyak gas.

"Saya kemudian mengubah pola makan. Selama satu bulan saya mengurangi biji-bijian, susu, dan gula. Saya pikir, inilah yang dibutuhkan tubuh saya," ujar Diana kepada Majalah People, Jumat (30/3/2018).

Penyakit tak kunjung pergi, kondisi kesehatan justru memburuk. Ia mengalami diare setiap hari dan ada darah di dalamnya.

Dokter memiliki berbagai diagnosa, namun obat yang diberikan tidak memperbaiki keadaan. Dokter akhirnya menemukan ada tumor yang menghalangi kolon Diana.

Baca juga : Dikira Buncit, Ternyata Ada Tumor 14 Kg Dalam Perut Pria Ini

Hal ini ditemukan setelah dokter melakukan prosedur kolonoskopi yang bertujuan untuk mendeteksi kanker kolon atau usus besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelum prosedur kolonoskopi dilakukan, Diana mendapat serangkaian tes sigmoidoskopi untuk memeriksa bagian ujung usus besar yang meliputi rektum, kolon sigmoid, dan anus. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut bowel scope.

Dari pemeriksaan tersebut, dokter menemukan ada tumor yang menghalangi kolon, dan ia didiagnosis memiliki kanker kolon stadium 4.

Mayo Clinic pernah mewartakan kanker kolon biasanya ditemukan di bagian akhir saluran pencernaan.

Sebagian besar kasus kanker kolon bermula dari munculnya gumpalan kecil yang tidak bersifat kanker dari sel yang disebut polip adenomatosa. Seiring berjalannya waktu, polip ini bisa membesar dan berubah menjadi kanker kolon.

Menurut Aliansi Kanker Kolorektal, orang-orang di bawah usia 50 tahun empat kali lebih mungkin didiagnosis kanker kolon.

Baca juga : Interstitium, Organ Tersembunyi yang Bisa Jelaskan Kanker

Diwartakan Newsweek, Jumat (30/3/2018), Diana menjalani kemoterapi dan beberapa operasi selama enam bulan setelahnya karena kanker telah menyebar ke hati.

Perawatan kemoterapi terakhir Diana sudah selesai Kamis (29/3/2018). Ia ingin segera kembali ke kehidupan normalnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia Hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia Hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

Oh Begitu
Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Fenomena
4 Tahapan Siklus Menstruasi

4 Tahapan Siklus Menstruasi

Kita
Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Fenomena
Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Oh Begitu
Terkubur 1.700 Tahun, Vila Romawi Ditemukan di Lahan Pertanian Inggris

Terkubur 1.700 Tahun, Vila Romawi Ditemukan di Lahan Pertanian Inggris

Oh Begitu
Fakta-fakta Kelinci Laut, Siput Tanpa Cangkang yang Mirip Kelinci

Fakta-fakta Kelinci Laut, Siput Tanpa Cangkang yang Mirip Kelinci

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.