Kompas.com - 30/03/2018, 16:36 WIB
Sarden Pasifik Sarden Pasifik

Makarel sendiri termasuk ikan besar. Biasanya, ikan ini memiliki berat sekitar 500 gram dengan panjang antara 35 cm hingga 45 cm. Pengolahan ikan makarel sebagai makanan lumrah dijumpai di Jepang, Eropa, dan negara berkembang.

Ciri lain dari ikan ini adalah berminyak dan berwarna gelap, punya sisik yang sangat kecil hingga hampir tidak tampak. Di punggung atas tertanam dua sirip yang tidak saling bertaut. Sementara di antara dua sirip tersebut hingga ekor terdapat 4 hingga 6 sirip lainnya.

Baca juga: Laporan Terbaru PBB: Asia Kehabisan Ikan pada 2048

Ikan Sarden

Ikan sarden tergolong keluarga Clupeidae, kerabat ikan haring. Sarden hidup di laut Mediterania, bahkan julukan ikan ini diambil dari nama dari pulau terbesar kedua di wilayah itu, Sardinia.

Pembudidayaan ikan sarden berkembang di negara Inggris, Norwegia, Denmark, Swedia, Finlandia, Perancis, Portugal, Spanyol, Afrika Selatan, dan Islandia. 

Ikan sarden lebih berwarna dibandingkan ikan makarel. Perutnya dibalut warna keperakan, sedangkan punggung ikan ini dilapisi warna hijau atau biru, terkadang dengan hiasan noda hitam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ikan sarden diklasifikasikan sebagai ikan bertulang sejati. Tidak punya sisik di kepala, serta punya satu sirip pendek di dekat bagian punggung tengah. Makanannya adalah plankton sehingga minim kontaminasi merkuri. 

Persamaannya

Ikan sarden dan ikan makarel mendiami perairan terbuka yang terhampar antara pantai dan tepian landas kontinen. Pada kedalaman 20-400 meter, jenis ikan pelagis seperti keduanya hidup.

Ikan pelagis seperti sarden dan makarel identik dengan aktivitas migrasi. Makarel akan menempuh perjalanan dari barat Irlandia menuju wilayah Viking Bank di Laut Utara. Lalu tinggal di sana selama musim dingin.

Di Irlandia, makarel menetap selama Maret hingga Juli untuk melakukan pemijahan.

Sementara ikan sarden akan berpindah ke barat Skotlandia atau Laut Utara. Sekaligus untuk menaruh telur-telur di sana setiap setahun sekali.

Baca juga: Sisik Ikan Bisa Jadi Obat Luka Halal untuk Semua Pemeluk Agama

Baik sarden maupun ikan makarel sama-sama diperkaya dengan lemak dan omega 3 yang baik untuk kesehatan. Kandungan gizi ini dipercaya bagus bagi perkembangan fungsi otak.

Selain itu, konsumsi dua ikan ini juga bisa mencegah inflamasi, serangan jantung, stroke, kanker, dan artritis rematik. Penyakit lain yang bisa ditangkal dengan makan kedua ikan ini yakni kolesterol tinggi, diabetes, kanker payudara, kehilangan memori, depresi, resistensi insulin, penyakit arteri koroner, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), dan gejala pramenstruasi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X