Perilaku Koloni Lebah Ternyata Mirip Respon Otak Manusia

Kompas.com - 29/03/2018, 18:03 WIB
Menurut Reed Booth, populasi lebah madu jenis Afrika telah berkembang semakin agresif dan tinggi di Arizona tahun ini.
The Republic/Mark Henle Menurut Reed Booth, populasi lebah madu jenis Afrika telah berkembang semakin agresif dan tinggi di Arizona tahun ini.


KOMPAS.com - Tak disangka koloni lebah dan otak manusia punya kesamaan.Hal ini diketahui setelah para peneliti Universitas She ffield, Inggris, meneliti koloni lebah secara keseluruhan.

Ahli menemukan bahwa perilaku koloni lebah sangat mirip dengan cara otak merespon rangsangan eksternal.

Studi yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports, Senin (12/3/2018), akan membantu menjelaskan beberapa mekanisme dasar perilaku manusia.

Baca juga : Wanita Ini Meninggal akibat Akupunktur Lebah, Ini Pelajaran untuk Kita

Salah satu penulis utama penelitian, Andreagiovanni Reina, menjelaskan obyek penelitian timnya adalah lebah. Bukan organisme tunggal lebah, melainkan koloninya.

Pengamatan yang dilakukan menunjukkan koloni lebah merupakan suatu superorganisme tunggl. Maksudnya, koloni lebah adalah sekelompok serangga sosial yang unik dan kompleks.

"Saat serangga sendiri, ia disebut organisme. Namun, saat sekelompok organisme bekerja sama untuk bertahan hidup, mencari makan, dan bereproduksi, kelompok itu dianggap sebagai kesatuan. Atau dengan kata lain, mereka adalah superorganisme tunggal," kata Reina dilansir Newsweek, Rabu (28/3/2018).

Para peneliti juga mengamati perilaku koloni lebah dalam mencari lokasi untuk membuat sarang baru. Dalam laporan, peneliti menulis lebah saling berkomunikasi dalam koloni untuk menentukan lokasi strategis. Hal ini sama seperti cara neuron atau sel-sel saraf otak saling berinteraksi saat menentukan sebuah pilihan.

Menurut peneliti, perilaku ini sesuai dengan beberapa teori dalam ilmu psikologi, khususnya teori psikofisik.

"Psikofisik mempelajari hubungan antara intensitas stimulus dan persepsinya di otak manusia. Psikofisik memegang spektrum luas domain sensorik, seperti kenyaringan suara, nada musik, kecerahan gambar, durasi waktu, berat badan, dan lainnya," kata Reina.

Sejauh ini, hukum ini dianggap hanya berlaku untuk organisme tunggal saja. Belum ada penelitian yang berhasil membuktikan bahwa koloni juga dapat melakukan hal yang sama.

Dalam teori psikofisik, ada beberapa hukum psikologi di dalamnya. Hasil penelitian membuktikan hukum tersebut tidak hanya terjadi dalam otak manusia, tetapi juga di koloni lebah.

Ada tiga Hukum Psikofisik yang dikaji oleh Reina dan timnya, yakni Hukum Weber, Hukum Piéron, dan Hukum Hick.

Baca juga : Seperti Manusia, Lebah Juga Bisa Kidal

Hukum Psikofisik

Halaman Berikutnya
Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X