Kompas.com - 26/03/2018, 12:07 WIB

KOMPAS.com - Januari lalu, dunia digemparkan dengan munculnya salju di salah satu tempat terkering dunia, Sahara.

Tak kalah dengan kejadian di Sahara, saat ini masyarakat Eropa Timur seperti Rusia, Bulgaria Ukraina Rumania, dan Moldova dibuat takjub dengan munculnya salju berwarna oranye yang menyapu seluruh kawasan.

Sejumlah foto di media sosial memperlihatkan lanskap pegunungan berwarna auburn, atau perpaduan merah dan coklat. Warna ini mirip seperti warna tanah di Mars.

Diwartakan BBC, Minggu (25/3/2018), penjelasan munculnya salju berwarna oranye sebenarnya sederhana.

Baca juga : Mendadak Diselimuti Salju Setebal 40 Cm, Ada Apa di Sahara?

Ahli meteorologi berkata fenomena ini disebabkan oleh badai pasir yang bertiup dari gurun Sahara  bercampur dengan salju dan hujan.

Fenomena ini sebenarnya biasa terjadi setiap lima tahun sekali atau bisa lebih.

Bedanya, di tahun ini konsentrasi pasir lebih tinggi dari biasanya. Hal inilah yang membuat salju berwarna oranye.

Konsentrasi pasir yang tinggi karena adanya badai pasir dari Afrika dan Sahara menembus Yunani sampai Rusia. Saking besar badainya, penampakan salju oranye bisa terlihat dari satelit NASA.

"Ini adalah salah satu kiriman pasir gurun terbesar dari Sahara yang tertiup sampai Yunani, yang pernah ada. Pasirnya menutupi seluruh negara dengan konsentrasi tertinggi dalam 10 tahun terakhir," kata Observatorium Athena menjelaskan pada Jumat (23/3/2018), dilansir CNN.

"Ketika pasir terangkat ke tingkat atas atmosfer, itu terdistribusi ke tempat lain. Kalau dilihat dari citra satelit NASA, fenomena ini menunjukkan ada banyak pasir dan debu di atmosfer yang melayang melintasi Mediterania. Kemudian pasir tadi bercampur dengan hujan atau salju," jelas ahli meteorologi Steven Keates dari UK Met Office kepada The Independent, Minggu (25/3/2018).

Baca juga : Di Desa Terdingin Bersuhu -62 Derajat Celsius, Manusia bak Bola Salju

Salju oranye di Rusia Salju oranye di Rusia

Penduduk setempat melaporkan, salju oranye itu memiliki bau busuk dan berminyak bila disentuh. Ahli menduga, ini karena polusi kimia.

Adanya salju oranye merupakan pengingat untuk kita, bahwa cuaca dan sistem iklim di bumi saling berkaitan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.