Cara Terbaik Memasak Daging Kambing Menurut Sains - Kompas.com

Cara Terbaik Memasak Daging Kambing Menurut Sains

Lutfy Mairizal Putra
Kompas.com - 30/08/2017, 20:00 WIB
Ilustrasi sate kambingSaesherra/Pixabay Ilustrasi sate kambing

KOMPAS.com - Daging kambing sebenarnya sehat untuk dikonsumsi. Namun, perhatian diperlukan pada pemilihan bagiannya serta cara memasaknya.

Prinsip memasak, jangan sampai menghilangkan nutrisi dan justru menambah "racun" pada bahan pangan yang semula sehat.

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr Johanes Chandrawinata, SpGK mengungkapkan sejumlah cara memasak daging kambing yang baik.

Salah satunya caranya adalah dengan Pan Frying, teknik memasak daging dengan sedikit minyak.

Dengan cara ini, minyak yang digunakan tak terlalu banyak sekaligus mengurangi potensi gosong.

Baca Juga: Bagian Tubuh Kambing Mana yang Paling Sehat untuk Dimakan?

Memasak daging di wajan tanpa minya juga bisa menjadi alternatif dari pada memanggang langsung di atas api.

Kedua cara di atas mungkin kurang menyenangkan saat Idul Adha dua hari ke depan.Tapi, jika orientasinya adalah kesehatan, layak dicoba.

Bersama keluarga, rekan kerja, atau teman-teman, kerjasama saat memanggang tentu lebih asik.

Bila Anda ingin melakukannya, damengubah ging di atas panggangan harus terus diperhatikan agar tidak gosong dan berubah menjadi pemicu kanker.

Panas tinggi protein dalam daging kambing berubah menjadi nitrosamin yang selain bersifat karsinogenik juga memicu Alzheimer.

Jika Anda menyukai makanan berkuah, tengkleng atau gulai daging sapi juga layak dicoba. Asalkan, santan yang digunakan cukup encer.

“Kalau mau lebih sehat lagi bisa di tumis saja,” kata Johanes saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (30/8/2017).

Baca Juga: Jangan Percaya Mitos, Daging Kambing Tak Bikin Darah Tinggi

Johanes menuturkan, dalam proses memasak, bukan berarti kandungan nutrisi tetap terjaga 100 pesen.

Menurutnya, adalah kewajaran jika sedikit vitamin larut di dalam air, seperti vitamin C dan B.

“Kalau hilang sedikit, sekitar 10 persen itu wajar. Tapi gizi lainnya tidak hilang kok,” ujar Johanes.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisLutfy Mairizal Putra
EditorYunanto Wiji Utomo
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM