Menjanjikan, Studi Awal Buktikan Pil KB Pria Aman dan Efektif - Kompas.com

Menjanjikan, Studi Awal Buktikan Pil KB Pria Aman dan Efektif

Kompas.com - 21/03/2018, 12:06 WIB
IlustrasiShutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com – Selama ini, tanggung jawab untuk aktif mengikuti program keluarga berencana sering kali jatuh pada tangan wanita. Sebagian dari alasannya adalah terbatasnya kontrasepsi untuk pria. Namun, hal itu bisa berubah dengan semakin dekatnya pil KB pria untuk dijual di pasaran.

Sebuah studi baru yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Endocrine Society menunjukkan bahwa pil KB pria yang bernama dimethandrolone undecanoate atau DMAU aman dan efektif.

Para peneliti menemukan konklusi tersebut setelah melakukan uji coba selama sebulan dengan 83 pria sebagai partisipan.

Dalam uji coba tersebut, para pria diberi plasebo atau salah satu dari tiga dosis DMAU untuk dikonsumsi sekali dalam sehari selama 28 hari.

Baca juga : Kontrasepsi Gel Pria Pertama di Dunia Segera Diuji Coba Tahun Ini

Ternyata, pada dosis 400 miligram atau yang tertinggi, terjadi penurunan terhadap testosteron dan dua hormon lainnya yang dibutuhkan pria untuk memproduksi sperma. Penurunan ini serupa dengan alat kontrasepsi jangka panjang.

Menurut penulis studi Dr Stephanie Page yang juga profesor obat-obatan di University of Washington, DMAU memiliki struktur serupa dengan pil KB untuk wanita.

Obat ini dikembangkan oleh National Institutes of Health, lembaga utama pemerintah Amerika Serikat yang menangani riset-riset biomedis dan kesehatan publik.

“DMAU adalah langkah penting dalam pengembangan pil KB pria yang dimakan sekali dalam sehari. Banyak pria berkata bahwa mereka lebih memilih pil harian sebagai kontrasepsi jangka pendek, daripada suntikan atau gel yang efeknya jangka panjang,” ujar Page dalam siaran pers, seperti dikutip oleh Time, Senin (19/3/2018).

Baca juga : Kontrasepsi Khusus Pria Ini Terinspirasi dari Panah Beracun di Afrika

Selama ini, pil KB untuk pria merupakan teka-teki besar yang harus dipecahkan oleh para peneliti farmasi. Pasalnya, pil KB untuk pria sering kali ditemukan merusak hati atau tidak efektif karena dikeluarkan oleh tubuh terlalu cepat.

Namun, pil DMAU ini mengandung asam lemak rantai panjang sehingga bisa bertahan lebih lama di tubuh.

Hasil penelitian juga menemukan bahwa obat ini, bahkan pada dosis tertingginya, tidak mengganggu fungsi hati atau ginjal.

Lalu menurut para peneliti, hanya sedikit partisipan yang menunjukkan gejala kekurangan atau kelebihan testosteron yang sering dialami oleh pengguna alat kontrasepsi jangka panjang.

Akan tetapi, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan sebelum DMAU bisa dilepas ke pasaran. “Studi jangka panjang sedang dilakukan untuk mengonfirmasi apakah penggunaan DMAU setiap hari benar-benar memblokir produksi sperma,” kata Page.


Komentar
Close Ads X