Temuan Baru: Kopi Punya Efek Berlawanan dengan Ganja

Kompas.com - 16/03/2018, 21:32 WIB
Ilustrasi kopi pixelliebeIlustrasi kopi

KOMPAS.comKopi merupakan salah satu jenis minuman yang kini mudah ditemui di mana saja. Banyak orang menggandrungi minuman yang satu ini.

Berbagai penelitian terkait kopi pun kemudian dibuat. Salah satunya yang dirilis baru-baru ini yakni sebuah penelitian yang mengaitkan kopi sebagai lawan dari ganja.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Internal Medicine tersebut menemukan bahwa kopi menyebabkan turunnya kadar endocannabinoid, zat yang terkait dengan sistem tubuh untuk merespons ganja.

Para peneliti menemukan orang yang minum antara 4-8 cangkir kopi sehari mengalami penurunan endocannabinoid. Endocannabinoid adalah molekul yang mengikat reseptor cannabinoid (kandungan aktif dalam ganja), yang ditemukan di seluruh sistem saraf, serta jaringan kekebalan dan endokrin.

Baca juga: Kopi dan Teh Tidak Dilarang bagi Penderita Batu Ginjal, asal...

Tubuh manusia sebenarnya membuat endocannabinoid sendiri. Tapi tubuh juga merespons cannabinoid asing, seperti yang ditemukan di daun tanaman genus Cannabis.

Marilyn Cornelis, pemimpin penelitian ini, menyebut bahwa kopi menekan bahan kimia tersebut sehingga mencegah seseorang merokok ganja. Cornelis juga menjelaskan, kopi bisa menghasilkan efek berlawanan dari ganja pada sistem endocannabinoid.

Untuk diketahui, penelitian ini tidak melihat sensasi atau perilaku yang dihasilkan dari konsumsi kopi atau ganja, melainkan para peneliti hanya melihat naik-turunnya zat dalam tubuh setelah konsumsi kedua benda tersebut.

"Apa yang kita lihat di sini adalah bahwa sistem yang terkena dampak kopi dan ganja tumpang tindih," kata Cornelis dikutip dari Live Science, Kamis (15/03/2018).

Cornelis menambahkan, hal ini berarti minum kopi dengan ganja pada sistem tubuh Anda bisa menciptakan efek yang berinteraksi meski sifat interaksinya belum jelas.

Menurut Cornelis, basanya endocannabinoid yang menurun dengan konsumsi kopi ini juga menurun saat tubuh sedang stres. Ada kemungkinan jumlah kopi yang dikonsumsi para peserta penelitian ini (4-8 cangkir sehari) menyebabkan stres pada tubuh.

Inilah yang diduga sebagai penyebab turunnya tingkat endocannabinoid.

Selain itu, Cornelis dan timnya juga menemukan bahwa kosumsi kopi meningkatkan konsentrasi steroid dalam darah. Ini mungkin terjadi karena kopi mengandung steroid tanaman yang disebut fitosterol.

Penelitian ini juga menemukan bahwa konsumsi kopi berkaitan dengan perubahan dari sekitar 115 zat dalam darah. Sebanyak 34 di antaranya belum memiliki nama dan perannya pada tubuh tidak diketahui.

Baca juga: Kopi Bisa Bermanfaat Bagi Tubuh, Begini Caranya

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X