Kompas.com - 13/03/2018, 19:00 WIB
Ilustrasi gunung berapi CoreyFordIlustrasi gunung berapi

KOMPAS.com - Sejarah mencatat letusan gunung Toba 74.000 tahun lalu sebagai bencana alam terdahsyat dan menjadi letusan terbesar sepanjang dua juta tahun terakhir.

Banyak penelitian terdahulu yang mengatakan lemparan abu vulkaniknya mencapai 2.800 kilometer kubik ke atmosfer dan mendinginkan samudera. Selama beberapa tahun seluruh negeri dinaungi kegelapan dan terjadi penurunan suhu selama ribuan tahun. Peristiwa ini nyaris memusnahkan kehidupan bumi.

Seperti diberitakan KOMPAS.com salah satu negara yang terdampak adalah Afrika. Di daerah itu disebut terjadi musim dingin berkepanjangan yang menurunkan populasi secara drastis.

Tim peneliti asal Universitas Arizona sudah mengeluarkan pendapat bahwa letusan Toba tidak menimbulkan dampak ekstrem seperti diperkirakan penelitian sebelumnya.

Menyusul yang dilakukan Chad L. Yost dari Universitas Arizona dan timnya, peneliti asal American School of Classical Studies di Yunani juga memiliki bukti yang memperkuat temuan Yost dan rekannya. Mereka bahkan mengatakan kehidupan di Afrika tetap berjalan normal selama Toba meletus.

Baca juga : Letusan Gunung Toba, Benarkah Picu Musim Dingin Ekstrem di Afrika?

Bukti tak disengaja ini ditemukan oleh ahli geopolitik, Panagiotis Karkanas, yang menemukan benda berkilau saat sedang mengumpulkan sedimen di situs arkeologi Pinnacle Point 5-6 yang terletak di sepanjang pantai selatan Afrika Selatan. Lokasinya ada di bawah tanah Afrika.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Itu adalah satu pecahan partikel dari jutaan partikel mineral lain yang sedang saya selidiki," ujar Karkanas dilansir Science Alert, Selasa (13/3/2018).

Setelah menganalisis kandungan kimia dari pecahan beling dan fragmen lain, terbukti bahwa pecahan itu berasal dari wilayah yang letaknya 9 kilometer jauhnya. Hal ini mengkonfirmasi bahwa pecahan tersebut berasal dari letusan super, tidak lain letusan Toba.

Selain menemukan partikel mineral yang diduga kuat berasal dari letusan Toba, mereka juga menemukan hal lain yang mematahkan dugaan dari penelitian sebelumnya.

Dalam publikasi jurnal Nature, Senin (12/3/2018), mereka menemukan artefak, tulang, dan sisa-sisa budaya yang digunakan masyarakat Afrika kuno setelah melakukan pengamatan terhadap setiap sentimeter dari lapisan dinding batu setinggi 1,5 meter.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.