Kompas.com - 12/03/2018, 19:01 WIB


KOMPAS.com - Tiangong 1, stasiun luar angkasa milik China dilaporkan akan jatuh ke permukaan Bumi dalam beberapa minggu ke depan.

Seperti diberitakan Kompas.com, Tiangong 1 sudah dikabarkan mengalami kerusakan sejak Maret 2016.

Kerusakannya tidak dapat diperbaiki lagi hingga pada Mei 2017 China melaporkan kepada Komite PBB bahwa stasiun luar angkasa miliknya akan mengalami re-entry atau masuk ke atmosfer bumi.

Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) berkata stasiun luar angkasa selalu menghadapi hambatan atmosfer.

Ketika hambatan ini gagal dilalui, ia akan turun dari titik koordinatnya dan roket kendali berperan untuk menaikkan lagi stasiun luar angkasa ke koordinatnya.

Baca juga : Tiangong 1, Stasiun Luar Angkasa China Berpeluang Jatuh di Indonesia

Tiangong 1 sudah 14 kali melakukan penyesuaian ketinggian dengan menaikkan kembali ketinggian lewat mesin roketnya.

"Pada 2016, Tiangong 1 dilaporkan sudah tidak dapat naik lagi. Ini bisa karena bahan bakar yang menipis dan umurnya juga sudah relatif tua. Karena sudah tidak bisa lagi dikendalikan, akhirnya dilepaskan dari ketinggian 350 kilometer," kata Thomas kepada Kompas.com, Senin (12/3/2018).

Saat ini Tiangong 1 berada di jarak 240 kilometer dari bumi. Ketika benda yang berada di luar angkasa ini jatuh ke bumi atau sudah memasuki ketinggian 120 kilometer, ia akan terbakar atmosefer dan beberapa sampah sisanya akan sampai ke permukaan bumi. Diperkirakan ini terjadi antara awal sampai pertengahan April 2018.

Dilansir laman resmi LAPAN, bagian yang kemungkinan besar tersisa dan sampai di bumi adalah tangki bahan bakar yang kemungkinan masih mengandung Hidrazine, bahan kimia beracun dan bersifat korosif.

Tiangong 1 akan jatuh ke mana?

Halaman:


Video Pilihan

Sumber LAPAN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Kemerdekaan Ke-77 RI, Sejarah Teks Proklamasi yang Dibacakan Soekarno

Hari Kemerdekaan Ke-77 RI, Sejarah Teks Proklamasi yang Dibacakan Soekarno

Oh Begitu
Lomba 17 Agustus Sering Bikin Cedera, Ini Pesan Dokter untuk Menghindari Cedera

Lomba 17 Agustus Sering Bikin Cedera, Ini Pesan Dokter untuk Menghindari Cedera

Oh Begitu
Bunga Bangkai Mekar di Bekasi Sejenis Suweg, Tanaman Apa Itu?

Bunga Bangkai Mekar di Bekasi Sejenis Suweg, Tanaman Apa Itu?

Oh Begitu
Lapisan Es Antartika Meleleh Lebih Cepat, Begini Penampakannya

Lapisan Es Antartika Meleleh Lebih Cepat, Begini Penampakannya

Fenomena
Bagaimana Dinosaurus Mampu Menopang Tubuh Raksasanya?

Bagaimana Dinosaurus Mampu Menopang Tubuh Raksasanya?

Fenomena
Apakah Gigitan Lintah Berbahaya?

Apakah Gigitan Lintah Berbahaya?

Kita
Perubahan Iklim Perburuk Penyebaran Penyakit Menular pada Manusia

Perubahan Iklim Perburuk Penyebaran Penyakit Menular pada Manusia

Oh Begitu
Vaksin Baru Covid-19 Diklaim Bisa Lawan Dua Varian Virus Corona, Disetujui di Inggris

Vaksin Baru Covid-19 Diklaim Bisa Lawan Dua Varian Virus Corona, Disetujui di Inggris

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Belalang Bisa Mencium Sel Kanker Manusia | Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur | Ancaman Jakarta Tenggelam

[POPULER SAINS] Belalang Bisa Mencium Sel Kanker Manusia | Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur | Ancaman Jakarta Tenggelam

Oh Begitu
Setelah Peristiwa Jatuhnya Roket China di Indonesia

Setelah Peristiwa Jatuhnya Roket China di Indonesia

Fenomena
Cara Mencegah Tomcat Masuk Rumah Menurut Pakar

Cara Mencegah Tomcat Masuk Rumah Menurut Pakar

Oh Begitu
Status Konservasi Monyet Ekor Panjang Terancam Berbahaya Risiko Kepunahan

Status Konservasi Monyet Ekor Panjang Terancam Berbahaya Risiko Kepunahan

Oh Begitu
Ikan Channa Maru, Ikan Gabus Predator Primitif Bercorak Indah

Ikan Channa Maru, Ikan Gabus Predator Primitif Bercorak Indah

Fenomena
Berencana Bikin Bangunan di Luar Angkasa, Ahli Kembangkan Semen Khusus

Berencana Bikin Bangunan di Luar Angkasa, Ahli Kembangkan Semen Khusus

Oh Begitu
Pertama Kalinya, Infeksi Cacar Monyet Ditemukan pada Anjing di Perancis

Pertama Kalinya, Infeksi Cacar Monyet Ditemukan pada Anjing di Perancis

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.