Kompas.com - 08/03/2018, 20:33 WIB

KOMPAS.com - 8 Maret selalu diperingati sebagai hari perempuan internasional. Berhubungan dengan perempuan, salah satu penemuan yang mengubah dunia perempuan adalah bra.

Selain memang dibutuhkan oleh hampir semua perempuan, penemu bra juga seorang perempuan. Sejarahnya pun tidak terlepas dari perjuangan perempuan.

Sebelum adanya, bra, perempuan menekan dirinya sendiri dengan menggunakan korset. Penggunaan korset ini ditujukan agar mereka membentuk citra tubuh ideal perempuan pada era Victoria.

Citra yang dimaksud adalah payudara besar yang menggairahkan di atas pinggang yang kecil. Sebuah standar kecantikan yang dianut oleh banyak wanita sejak tahun 1.500-an.

Baca juga: 9 Mitos Salah tentang Bra yang Masih Anda Percaya sampai Kini

Dengan standar kecantikan tersebut, wanita di era Victoria cenderung memaksakan diri menggunakan korset yang menyiksa untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal. Bahkan, korset menjadi salah satu benda wajib yang dikenakan wanita untuk memakai gaun agar terlihat apik.

Sayangnya, dokter mulai menyalahkan korset untuk berbagai penyakit. Mulai dari pingsan akibat sesak napas hingga atrofi otot (penurunan massa otot).

Di lain pihak, para feminis juga menyelahkan korset karena dianggap membatasi wanita, baik secara fisik maupun simbolis.

Perlawanan Citra

Akhirnya, pada 1914 perempuan dunia mampu lepas dari pakaian yang menekan tubuh sepanjang hari tersebut. Ini ditandai dengan dipatenkannya bra modern pertama kali.

Tokoh dibalik itu adalah Caresse Crosby atau yang memiliki nama kecil Mary Phelps Jacob. Dia menyebut temuannya tersebut sebagai "backless brassiere".

Singkat cerita, Jacob menciptakan bra sebagai alat agar dia tidak harus mengenakan korset.

Dalam laporan The Telegraph pada 2009, penciptaan bra oleh Jacob ini terjadi saat dia melihat efek dari pakaiannya. Dia merasa bentuk tubuhnya disabotase "baju besi seperti perban dan tali pengikat merah muda" yang menonjol di atas leher.

Selanjutnya, dia menolak mengenakan korset. Dia justru meminta pelayannya mengambil dua sapu tangan dan pita merah muda.

Dia menyulap kedua saputangan tersebut menjadi bra modern yang kita kenal saat ini.

Baca juga: Memakai Bra Saat Tidur Cegah Payudara Kendur?

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.