Kompas.com - 02/03/2018, 20:06 WIB

 

KOMPAS.comGawai seperti telepon pintar menjadi benda yang hampir tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia saat ini. Benda ini bahkan selalu digunakan di mana pun.

Ditambah lagi, adanya media sosial membuat benda yang satu ini selalu digunakan. Salah satu kegiatan yang sering dilakukan dengan ponsel adalah memotret makanan dan membagikannya ke media sosial.

Namun, sering kali kegiatan dengan ponsel di meja makan tidak berhenti di situ. Makan sambil bermain dengan gawai seakan menjadi tren.

Hal ini kemudian memunculkan keprihatinan dari dua peneliti di University of British Columbia, Kanada. Kedua peneliti tersebut adalah Elizabeth Dunn dan Ryan Dwyer.

Baca juga: Idealnya, Remaja Bermain Gawai Hanya Satu Jam Sehari

"Anda melihat orang-orang di restoran sepanjang waktu yang duduk saling berhadapan, tapi bukannya saling menatap, mereka malah memandangi ponsel mereka," ungkap Dwyer, yang merupakan kandidat doktor dalam bidang psikologi,  seperti dikutip dari Time, Rabu (28/2/2018).

"Kami penasaran, apakah ini berdampak pada interaksi sosial masyarakat, berapa banyak mereka menikmati waktu ketika berkumpul dengan orang lain?" imbuhnya.

Pertanyaan tersebutlah yang membuat mereka melakukan penelitian terhadap hal ini. Hasilnya memang kebiasaan tersebut berdampak terhadap interaksi sosial, sayangnya hal ini merujuk pada sesuatu yang tidak baik.

Temuan yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Social Psychology ini menunjukkan bahwa penggunaan telepon selama makan menyebabkan penurunan kenikmatan makan yang kecil tapi nyata.

Ternyata, membawa gawai ke meja makan menyebabkan orang lebih terganggu dan kurang bergaul secara sosial. Hal inilah yang menyebabkan penurunan kenikmatan makan, ujar Dunn yang merupakan profesor psikologi sekaligus penulis senior penelitian ini.

"(Telepon) memang membuat perbedaan," kata Dunn.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Time
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Fenomena
Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Oh Begitu
Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Kita
Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Oh Begitu
WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kita
Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Fenomena
Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Oh Begitu
95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

Oh Begitu
Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Oh Begitu
Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Oh Begitu
Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Oh Begitu
Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Oh Begitu
Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.