Studi Baru, Bermain Gawai hingga Larut Malam Bikin Remaja Depresi

Kompas.com - 22/01/2018, 17:05 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Di dunia yang serba modern ini, orangtua zaman "now" harus bekerja keras menjaga anaknya dari pengaruh buruk telepon pintar atau gawai.

Pasalnya, kecanduan gawai dan penggunaannya hingga larut malam tidak hanya membuat anak mengantuk di kelas dan menurunkan pembelajarannya di sekolah, tetapi juga menganggu perkembangan psikologinya.

Para guru semakin sering menghadapi anak-anak yang kelelahan di sekolah, kata peneliti bidang psikologi dari Murdoch University Dr Lynette Vernon.

Dalam studi pertama yang mempelajari efek penggunaan gawai hingga larut malam pada psikologi anak, Vernon menemukan bahwa kebiasaan buruk ini membuat anak kesulitan dalam memecahkan masalah, mengalami depresi, dan menjadi kurang percaya diri, serta lebih cepat marah.

Baca Juga: Konten Negatif Muncul di Gawai Anak, Bagaimana Sikap Orangtua?

Hasil survei dari Australian Psychological Society akhir tahun lalu mencatat seorang remaja menghabiskan 3,3 jam sehari menggunakan media sosial, dan beberapa remaja mengakses ke situs favorit mereka sebanyak 50 kali sehari.

Lalu, hampir 80 persen remaja di Australia memiliki masalah "kecanduan gawai", yaitu mengunakan telepon tanpa ada tujuan tertentu atau tidak dapat mengurangi penggunaannya.

Vernon berkata bahwa orangtua dapat mengukur apakah anak remaja sudah kecanduan dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan, termasuk apakah mereka menjadi murung atau mudah tersinggung saat mereka tidak bermain gawai.

Baca Juga: Pisahkan Anak di Bawah Usia 2 Tahun dengan Gawai

Dia juga mengajak orangtua untuk lebih ketat dalam menerapkan jam tidur malam anak dan melarang gawai saat jam tidur, karena ini sudah menjadi bahaya laten.

Namun, harus diingat bahwa orangtua sebaiknya mencari waktu yang tepat dan mendiskusikan peraturan tersebut dengan baik-baik.

"Apabila saya tegas melarang mereka tidak ada gawai setelah jam 10 malam, dan tidak memberi tahu alasannya, maka mereka akan marah dan berontak. Oleh karena itu, cara yang terbaik adalah mengobrol santai, serta menjelaskan resiko dan efek media sosial terhadap anak-anak yang masih sekolah," kata Vernon.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.