Kompas.com - 24/02/2018, 19:34 WIB

KOMPAS.com -- Andi Rusandi, Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, membeberkan secercah harapan untuk konservasi terumbu karang di Indonesia.

Dalam diskusi “Karang yang Kian Sekarat dan Masa Depan Laut Indonesia”, pada Kamis (22/2/2018) di Bentara Budaya Jakarta, Andi mengungkapkan, Indonesia telah hampir mencapai target kawasan konservasi perairan (KKP).

“Pada tahun 2018, Indonesia sudah mempunyai 19,1 juta hektar KKP dari target yang harus dipenuhi pada tahun 2020, yakni 20 juta hektar,” ujarnya.

Ini menggembirakan karena upaya pelestarian ekosistem terumbu karang bisa diwujudkan lewat KKP. Pasalnya, kondisi terumbu karang di Indonesia dalam status mengkhawatirkan.

Baca juga : Terumbu Karang Terus Memutih, Apa Dampaknya Bagi Manusia?

Data dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dirilis pada tahun 2017 menunjukkan bahwa hanya 6,39 persen terumbu karang dalam kondisi sangat baik.

Sementara itu, terumbu karang yang dalam kondisi baik sebesar 23,40 persen, kondisi cukup sebesar 35,06 persen, dan kondisi jelek sebesar 35,15 persen. Hasil ini diambil dari 108 lokasi dan 1064 stasiun di seluruh perairan Indonesia.

Pengukuran kondisi tersebut didasarkan pada persentase tutupan karang hidup.

Tutupan karang hidup dikategorikan menjadi tiga, yakni sangat baik ketika tutupan mencapai 76 persen sampai 100 persen, baik saat tutupan mencapai angka 51 persen sampai 75 persen, cukup dengan indikator 26 sampai 50 persen, dan jelek dengan tutupan hanya 0 persen sampai 25 persen.

Pentingnya konservasi terumbu karang

Dalam acara tersebut, Dirhamsyah selaku Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2O LIPI) juga mengemukakan mengapa konservasi terumbu karang penting dilakukan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.