Kompas.com - 23/02/2018, 18:32 WIB
Ilustrasi bekantan (Nasalis larvatus) Peter Gronemann/WikipediaIlustrasi bekantan (Nasalis larvatus)


KOMPAS.com - Dunia fantasi (Dufan) tak hanya dikenal dengan aneka macam mainannya. Maskot dufan berupa monyet berhidung panjang dan mancung juga sangat populer.

Itu sebenarnya adalah bekantan (Nasalis Iarvatus) yang endemik di Kalimantan. Monyet berambut coklat itu memiliki kekhasan perut buncit, hidung besar dan mancung.

Berbicara tentang hidung bekantan yang sangat khas dan ikonik, peneliti menyebut bahwa itu adalah hal terpenting dalam hidupnya. Khususnya bagi bekantan jantan, hidung mancung dan besarnya mampu memikat banyak monyet betina.

Hal ini telah dibuktikan oleh peneliti gabungan Internasional dari Universitas Cardiff, Pusat Lapangan Danau Girang (Malaysia), Universitas Kyoto, dan Departemen Margasatwa Sabah (Malaysia).

Baca juga : Mengenal Bekantan, Primata Asli Borneo yang Sedang Melawan Kepunahan

Hidung bekantan tak hanya menarik untuk spesiesnya saja. Para ahli biologi pun banyak yang penasaran dan berlomba mencari tahu bagaimana evolusinya.

Penelitian yang diterbitkan dalam Science Advances, Rabu (21/2/2018) mencoba menjelaskan apa yang menarik dari monyet berhidung besar.

"Kami mengamati bahwa pembesaran hidung memodifikasi perubahan resonansi dalam olah suara monyet jantan, yang mungkin memberi kode bahwa ia berkualitas. Oleh sebab itu, penelitian kami mengindikasi bahwa hidung besar dan suara sangat berkontribusi untuk memikat betina," kata Dr Sen Nathan, asisten direktur dari Departemen Margasatwa Sabah, dilansir Physorg, Kamis (22/2/2018).

Mereka juga melampirkan data pengukuran morfologi, rekaman suara monyet jantan dan betina, dan pengamatan perilaku sosial untuk memahami ciri khas primata.

Termasuk gambaran sesungguhnya akan kehidupan primata yang populasinya menurun drastis dan terancam punah karena hilangnya habitat.

"Berdasarkan data yang dikumpulkan, kami menguji korelasi antara berat tubuh, karakteristik wajah, volume testis, suara, dan jumlah selir betina yang dimiliki monyet jantan," ujar Dr. Ikki Matsuda yang berasal dari Universitas Chubu dan Universitas Kyoto itu.

"Selain hidung besar berfungsi sebagai pemikat betina, kami menemukan bahwa monyet jantan yang punya hidung besar cenderung memiliki berat badan dan testis yang lebih besar. Hal ini menunjukkan hidung yang besar juga berkaitan dengan dominasi sosial dan tingginya jumlah sperma yang dimiliki," sambung Matsuda.

Baca juga : Ilmuwan China Berhasil Kloning Monyet, Apakah Manusia Selanjutnya?

Dr. Benoit Goossens, direktur Balai Lapangan Danau Girang berharap penelitian ini dapat menjelaskan bahwa ukuran sangat penting untuk hewan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber PHYSORG
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Oh Begitu
NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Kita
Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fenomena
Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Oh Begitu
5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

Oh Begitu
Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Oh Begitu
Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Oh Begitu
9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

Kita
Orang yang Terinfeksi Omicron Bisa Menyebarkan Virus hingga 10 Hari

Orang yang Terinfeksi Omicron Bisa Menyebarkan Virus hingga 10 Hari

Oh Begitu
Memahami Cara Kawin Nyamuk Bisa Bantu Perangi Malaria

Memahami Cara Kawin Nyamuk Bisa Bantu Perangi Malaria

Oh Begitu
Mengenal PCI Jantung, Prosedur Medis untuk Penyakit Jantung Koroner

Mengenal PCI Jantung, Prosedur Medis untuk Penyakit Jantung Koroner

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.