Kompas.com - 22/02/2018, 20:33 WIB

Bahkan, kunci kecil yang terbuat dari logam (besi, perunggu, perak, atau emas) sering dipandang sebagai cara paling efektif untuk menunjukkan kekayaan secara terbuka.

Apalagi, pada masa tersebut, hanya orang sangat kaya yang mampu memiliki lemari atau pintu dengan mekanisme penguncian. Para orang kaya menggunakan kunci sebagai cincin mereka untuk menjaganya tetap aman sekaligus memamerkannya.

Abad Pertengahan

Desain kunci tersebut juga terus digunakan hingga 17 abad setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi. Hal ini bukan karena para ahli kunci di masa tersebut malas berinovasi, melainkan karena mereka lebih fokus untuk "menipu" para pencuri.

Pada masa ini, kunci masih dipandang sebagai simbol kekayaan. Tapi perbedaannya adalah, pada era ini untuk menunjukkan kekayaan, kunci dibuat dengan sangat besar.

Beberapa di antaranya bahkan mencapai panjang 31 sentimeter.

Beberapa abad kemudian, desain kunci mulai mengalami perubahan bentuk yang signifikan. Pada abad ke-14, misalnya, bentuk lekukan kunci lebih besar dan lebih rumit.

Selain itu, sekitar tahun 1.600-an, kepala kunci lebih banyak menggunakan ornamen yang menyerupai jendela katedral.

Zaman Modern

Sekitar tahun 1627, di Eropa, pembuatan kunci sedikit rumit. Itu karena pada waktu tersebut, kunci hanya dibuat oleh pengrajin dalam serikat yang mendedikasikan diri untuk kerajinan tersebut.

Masa tersebut, serikat memiliki aturan keras tentang siapa yang bisa membuat kunci dan untuk siapa. Bahkan, jika pengrajin nekad membuat kunci untuk orang yang tidak ditunjuk maka ia bisa digantung.

Selanjutnya, pada tahun 1.770-an, kunci menjadi ukuran otonomi dan privasi bagi wanita Perancis. Itu karena kebiasaan orang-orang kaya Perancis pada waktu tersebut adalah membeli meja, lemari, bahkan peti mati dengan laci rahasia untuk menyembunyikan barang berharga.

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Kalkulator

Meski memiliki berbagai macam fungsi lain dan desain yang berbeda, tapi kunci pada abad ke-17 tidak jauh lebih aman daripada pendahulunya di abad pertengahan.

Sekitar tahun 1.800-an, orang-orang di Eropa mulai terobsesi dengan keamanan. Apalagi saat itu revolusi industri menciptakan berbedaan kelas yang sangat terasa.

Akibatnya, orang-orang kelas menengah dan kaya menjadi sasaran pencuri. Masa inilah yang membuat kunci makin umum digunakan oleh siapa saja, di kalangan menengah ke atas.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.