Kompas.com - 22/02/2018, 19:06 WIB
. VIA THINKSTOCK.

KOMPAS.com -- Dalam beberapa kasus, ada perempuan yang masih hamil, tetapi sudah mengeluarkan Air Susu Ibu (ASI). Jika hal ini menimpa Anda, tidak usah panik.

Ameetha Drupadi, konselor laktasi yang praktik di Rumah Sakit Mayapada, Jakarta, berkata bahwa hal ini bisa saja terjadi dan masih kategori normal. Pasalnya, sejak kehamilan memasuki usia 28 minggu, kelenjar susu memang telah aktif memproduksi ASI.

"Kelenjar susu akan membesar. Namun di beberapa orang yang kelebihan kelenjar susu, akan mengalir cairan bening dari payudara," katanya ditemui dalam acara peringatan Orami yang kelima tahun pada Rabu (21/2/2018) di Jakarta.

Ameetha melanjutkan, cairan yang dikeluarkan merupakan kelenjar bukan colostrum. ASI tetap akan mengalir pada hari pertama bayi lahir. Dengan demikian, ibu hamil tetap bisa melakukan inisiasi menyusui dini seusai melahirkan.

Baca juga : Kenapa Ibu Menyusui Harus Keluarkan ASI dari Kedua Payudara?

Para ibu juga dilarang untuk memijat area payudara karena dikhawatirkan akan timbul kontraksi. Saran Ameetha, payudara jangan diperah, cukup dengan kompres air panas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Keluarnya cairan mirip ASI itu bukan tanda kalau ibu nantinya akan memproduksi banyak ASI seusai melahirkan" sambungnya. 

Kapasitas produksi ASI, kata Ameetha, ditentukan oleh kebutuhan nutrisi bayi. Semakin banyak ASI yang dihisap bayi, kian bertambah pula ASI yang dihasilkan.

Selain itu, Ameetha menyarankan penguatan ikatan antara ibu dan anak dengan menyusui secara langsung. "Skin to skin akan mendorong keluarnya ASI dan kolostrum," ujarnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.