Kompas.com - 21/02/2018, 10:07 WIB

"Apa yang Anda lihat di bagian otak kanan, yang tidak mengendalikan bahasa pada orang sehat, tampaknya mampu mengambil alih tugas bahasa jika Anda kehilangan otak kiri," ujar Newport dalam acara American Association for the Advancement of Science di Texas, AS dikutip dari The Guardian, Senin (19/02/2018).

"Ini tidak terjadi pada orang dewasa," imbuhnya.

Dengan menggunakan pencitraan otak, tim ini menemukan bahwa daerah otak kanan yang mengambil alih tugas tersebut berada di lokasi cerminan yang digunakan sisi kiri otak pada orang sehat. Itu menekankan, bukan hanya sebagian wilayah otak yang mengambil alih fungsi dari area lain yang rusak.

Newport juga mengatakan, jika ilmuwan bisa mempelajari kemampuan ini pada anak-anak, mungkin saja ada cara untuk membuat otak dewasa memiliki kemampuan serupa. Dengan kata lain, ia optimis bahwa penelitiannya menawarkan harapan kepada penderita stroke dewasa.

Baca juga: Dari Tupai, Ilmuwan Pelajari Cara Cegah Kerusakan Otak Saat Stroke

Menguatkan pendapat Newport, Takao Hensch, seorang profesor biologi molekuler dan sel di Harvard University juga melakukan penelitian terkait kemampuan otak untuk "menguat kembali".

Dalam pertemuan yang sama, Hensch menyebut bahwa penelitiannya pada tikus menunjukkan dengan menghalangi molekul tertentu di otak dewasa yang menghambat plasisitas sangat mungkin untuk meningkatkan kemampuan otak "menguat kembali".

"Dasar otak adalah plastis, untuk menguat kembali sendiri. Melalui evolusi, otak melapisi faktor 'rem' untuk membatasi penguatan terlalu banyak yang terjadi di titik tertentu," kata Hensch.

"Ini menawarkan kemungkinan terapeutik baru. JIka kita bisa bijaksana mengangkat 'rem' di kemudian hari, mungin kita bisa membuka kembali kemampuan otak," sambungnya.

Untuk mendapat temuannya ini, Hensch sudah mencoba beberapa terapi yang mungkin untuk penderita stroke. Ia juga menyebut, ada kemungkinan obat yang rutin digunakan mengatasi gangguan mood mungkin menunjukkan potensi meningkatkan plasisitas pada orang dewasa.

Penelitian sebelumnya menunjukkan, orang dewasa yang diberi obat valporate (obat untuk gangguan bipolar) mendapatkan kembali kemampuan untuk mempelajari nada sempurna. Padahal, kemampuan ini hanya terlihat pada anak yang belajar musik sebelum usia 6 tahun.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.