Sulitnya Deteksi Kanker Paru seperti Diderita Kepala Humas BNPB Sutopo

Kompas.com - 14/02/2018, 12:30 WIB
Kepala Pusat Data Informas dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Kamis (26/10/2017) Kompas.com/Rakhmat Nur HakimKepala Pusat Data Informas dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Kamis (26/10/2017)

KOMPAS.com — Kabar mengejutkan datang dari Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Pria yang kerap dipanggil Sutopo ini didiagnosis mengidap penyakit kanker paru stadium IV.

Seperti yang dialami Sutopo, kanker paru pada umumnya memang baru terdeteksi pada stadium lanjut. Ini yang menjadi alasan mengapa penderita kanker paru biasanya hanya sedikit yang bisa disembuhkan.

Dilansir dari Kompas.id, hanya 15 persen penderita kanker paru yang mampu bertahan hidup hingga lima tahun sejak terdeteksi.

Kemudian yang menjadi pertanyaan, benarkah kanker paru sangat sulit dideteksi dini?

Baca juga: Kanker Paru, Mengapa Sulit Terdeteksi?

Dalam acara Eropean Society for Medical Oncology (ESMO) Asia 2017 di Suntec Convention Center, Singapura pada November 2017 lalu, Dr Sita Andarini, PhD, SpP(K) menuturkan, lebih dari 90 persen pasien yang datang ke rumah sakit telah masuk pada stadium empat.

Belum Ada Skrining

Menurutnya, hal itu disebabkan oleh sulitnya mendeteksi kanker paru-paru dibandingkan dengan kanker lainnya.

“Tapi, kanker paru-paru agak sulit (dideteksi). Foto thorax pun tidak bisa mendeteksi secara dini, kecuali kalau sudah stadium 4,” kata Sita.

Selain itu, paru-paru juga tidak memiliki saraf yang dapat menyebabkan pasien merasakan sakit. Rasa sakit hanya timbul bila kanker telah menyebar ke lapisan pleura, lapisan tipis yang menutupi paru-paru. Dalam kondisi ini, pasien telah masuk ke dalam stadium 4a.

Pendapat senada juga diungkapkan oleh Elisna Syahruddin dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Respiratori Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X