Kompas.com - 29/01/2018, 09:00 WIB
Dari kiri ke kanan, Prof.Rummel, Dr.Hilman Tadjoedin Sp.PD-KHOM, dr.Med Lothar Boning, dan Krestijanto Pandji Lusia Kus AnnaDari kiri ke kanan, Prof.Rummel, Dr.Hilman Tadjoedin Sp.PD-KHOM, dr.Med Lothar Boning, dan Krestijanto Pandji
|
EditorYunanto Wiji Utomo

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pilihan terapi pengobatan kanker limfoma kini semakin luas dengan hadirnya obat antitumor bendamustine. Obat kanker tersebut kini sudah bisa diproduksi di dalam negeri sehingga harganya lebih terjangkau.

Hasil penelitian yang dilakukan Prof.Rummel MJ,MD, PhD dari Jerman menyimpulkan, pasien yang diberikan terapi bendamustine yang dikombinasikan dengan rituximab dapat meningkatkan masa bebas penyakit atau remisi sampai 10 tahun.

"Angka kematian pasien dengan pengobatan bendamustine lebih sedikit dibandingkan dengan angka kematian pasien dengan terapi standar," kata Rummel dalam acara Rudy Soetikno Memorial Lecture yang diadakan di Titan Center Bintaro, Sabtu (27/1).

Bendamustine sebenarnya sudah ditemukan sejak 50 tahun lalu namun akses terhadap obat ini lebih banyak di Jerman. Kini obat tersebut sudah diproduksi oleh PT. Ferron Par Parmaceuthicals di Indonesia.

Baca Juga : Mengenal Macam-macam Pengobatan untuk Kanker Paru

Rummel menambahkan, pengobatan ini memberi harapan baru pada pasien yang membutuhkan, yaitu pasien limfoma non-hodgin (tidak terdeteksi sel abnormal Reed-Sternberg), terutama jenis yang menyerang sel-B.

"Sebagian besar kanker limfoma non-hodgin menyerang sel-B, angkanya mencapai 90 persen," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bendamustine diberikan secara suntikan intravena atau kemoterapi, diberikan sendiri atau dengan kombinasi rituximab. Pasien tidak perlu melakukan pemeriksaan genetik terlebih dahulu kecuali pada kondisi khusus.

Menurut Rummel, tidak ada kontraindikasi untuk bendamustine. “Selama pasien tidak memiliki kondisi ginjal, liver, dan organ lain sehat, maka dapat diterapi dengan bendamustine.”       

Dijelaskan oleh Dr.Hilman Tadjoedin, Sp.PD-KHOM, terapi kombinasi ini memberi harapan baru bagi pasien limfoma, terutama kanker dengan stadium rendah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.