Zulfakriza Z
Peneliti/Dosen
Dosen Teknik Geofisika, FTTM - ITB | Peneliti pada  Kelompok Keahlian Geofisika Global - FTTM - ITB | Pengurus/Anggota Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) 

Mewaspadai Bahaya Laten Gempa Bumi di Selatan Jawa

Kompas.com - 27/01/2018, 19:06 WIB
Pusat gempa pada Selasa (23/1/2018) pukul 13.34 WIB berdasarkan data USGS. GOOGLE EARTH, USGSPusat gempa pada Selasa (23/1/2018) pukul 13.34 WIB berdasarkan data USGS.
EditorShierine Wangsa Wibawa

Angka 295 sumber gempa bumi mengalami peningkatan yang signifikan dibanding dengan hasil temuan yang diperoleh pada penyusunan peta gempa tahun 2010. Pada penyusunan Peta Gempa Indonesia tahun 2010, jumlah sumber gempa yang diketahui adalah 81 sumber gempa, baik yang ada di daratan maupun di lepas pantai. Penemuan sumber gempa tersebut berdasarkan proses penelitian secara terpadu yang terdiri dari bidang keilmuan geologi gempa bumi, seismologi dan geodesi tektonik.

Para ahli kegempaan yang tergabung dalam Pusat Studi Gempa Nasional (PuGeN) telah mencoba langkah-langkah yang sangat positif untuk memahami sumber gempa di Indonesia. Secara berkelanjutan, mereka melakukan penelitian dan diskusi untuk menghitung dan mempelajari perilaku sumber gempa dengan lebih baik, meskipun perlu diakui bahwa kondisi geologi dan tektonik di Indonesia adalah unik dan banyak parameter yang harus dipertimbangkan.

Oleh karena itu, sumber gempa yang berjumlah 295 sebagaimana yang dilaporkan dalam buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017 bukanlah angka final. Masih banyak zona yang menjadi sumber gempa bumi di Indonesia belum terpetakan dengan baik.

Bahaya laten gempabumi  

Sumber kegempaan di selatan Jawa sebagaimana dirilis dalam gambar IV-62 dan tabel IV-24 pada buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017 terbagi dalam tiga segmen, yaitu segmen Selat Sunda-Banten, segmen Jawa Barat dan segmen Jateng-Jatim. Berdasarkan hasil perhitungan, maksimum energi gempa yang mungkin dihasilkan oleh setiap segmen tersebut adalah M8.8 untuk segmen Selat Sunda-Banten, M8.8 untuk segmen Jawa Barat dan M8.9 untuk Jateng-Jatim.

Angka energi gempa (magnitudo) yang digambarkan sebelumnya masih terlokalisasi oleh segmentasi. Angka tersebut bisa saja menjadi lebih besar jika dua segmen atau lebih melepaskan energi gempa secara bersamaan. Kondisi ini pernah terjadi pada Gempa Tohoku 2011, lebih dari satu segmen melepaskan energi secara bersaamaan dan menghasilkan energi gempa mencapai M9.1.

Sebagaimana yang terlihat pada gambar berikut, terlihat sebaran gempa yang pernah terjadi di selatan Jawa berdasarkan data BMKG tahun 2007-2016 dengan kedalaman hiposenter gempa sampai 200km.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan pola sebaran gempa pada gambar tersebut, ada beberapa bagian yang kejadian gempanya relatif jarang (kotak 1 dan 2). Hal ini mengindikasikan masih adanya akumulasi energi lokasi itu. Jika mengacu pada gambar IV-62 (buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017), lokasi 1 adalah segmen Selat Sunda- Banten dan lokasi 2 adalah segmen Jateng-Jatim. 

Dr Zulfakriza Z Sebaran kejadian gempa bumi di Pulau Jawa dan sekitarnya. Degradasi warna pada lingkaran kecil memberikan kedalaman sumber gempa. Kotak hitam 1 dan 2 mengindikasikan adanya seismic gap di selatan Jawa

Gambar: Sebaran kejadian gempa bumi di Pulau Jawa dan sekitarnya. Degradasi warna pada lingkaran kecil memberikan kedalaman sumber gempa. Kotak hitam 1 dan 2 mengindikasikan adanya seismic gap di selatan Jawa. Seismic gap ini menandakan akumulasi energi yang masih terjadi dan belum terlepaskan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.