Kompas.com - 26/01/2018, 09:05 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

BANTEN, KOMPAS.com -– Hotel Santika Premier Bintaro bekerja sama dengan WWF Indonesia untuk tak menjual produk berbahan dasar hiu. Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama pada Kamis (25/1/2018).

Direktur Penjualan dan Pamasaran Hotel Santika Bintaro Bangkit Ciptadi mengatakan, hal itu ditempuh sebagai bentuk komitmen terhadap hewan yang dilindungi. Predator tertinggi di laut tersebut memiliki peran penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut.

“Kalau untuk hiu, Santika selama berjalannya belum menggunakan sirip hiu sebagai bahan sup. Ini salah satu cara untuk melindungi kepunahan hiu. Kalau ada tahun baru China, kami tidak menggunakan hiu, kami pakai bahan lain,” kata Bangkit.

Kerjasama tersebut akan berlangsung selama dua tahun ke depan.

Baca juga : Suka Makan Sayur, Apakah Hiu Ini Vegetarian?

Selain Santika Premier Bintaro, beberapa hotel lain juga telah menjalankan kerjasama dengan WWF, antara lain Gran Melia Hotel, Mandarin Oriental Jakarta, The Peninsula Hotel, Hyatt Hotel and Resorts, Starwood Hotel and Reseorts, JW Marrriott, Shangri-La Hotel, Accor Hotels, Fairmont Hotels, InterContinental Hotels Group, dan Hotel Worldwide.

Kemudian, juga ada perusahaan ekspedisi United Parcel Service, DHL, Maersk Line, dan sejumlah maskapai penerbangan yang berkomitmen serupa.

Selain berkomitmen tak menggunakan produk hiu, Bangkit menuturkan bahwa pihaknya juga akan memberikan donasi dari Rp 5.000-10.000 per kamar paket keluarga. Selama satu tahun ke depan, pihaknya juga akan membuka stan untuk mengedukasi pelanggan.

“Biasanya kalau check in di sini, ada anak kecil dari 4-8 tahun. Dekat resepsionis ada stan untuk mengedukasi. Ini penting sekali untuk membangkitkan rasa peduli terhadap hewan yang dilindungi sejak dini,” kata Bangkit.

Baca juga : Hiu Lentera Langka dengan Rahang Menyeramkan Ditemukan di Taiwan

Bycatch Coordinator WWF-Indonesia Dwi Ariyoga Gautama mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari kampanye SOSHARK. Pihaknya mengajak Hotel Santika Premier Bintaro untuk turut serta dalam kampanye yang telah berjalan sejak tahun 2013.

Sebelum kerja sama dijalin, WWF Indonesia melakukan uji kelayakan untuk memastikan tak adanya produk hiu yang dijual. Dwi berharap hotel dan restoran lain mengikuti langkah yang telah dilakukan beberapa korporasi sebelumnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat bahwa Indonesia menjadi produsen hiu terbesar di dunia pada 2016. Indonesia menyumbangkan 16,8 persen dari total tangkapan dunia.

Selain itu, selama kurun waktu 2014-2016, WWF Indonesia mendapati sejumlah restoran dan hotel di Jakarta menghidangkan 12.622 kilogram sirip hiu per tahun.

“Kami berharap hotel dan restoran berkomitmen tidak menjual (produk hiu). Dengan begitu akan menaikkan citra perusahan juga,” kata Dwi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro | Rompi Penurun Suhu | Manik Bipolar Marshanda

[POPULER SAINS] Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro | Rompi Penurun Suhu | Manik Bipolar Marshanda

Oh Begitu
Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.