Kompas.com - 11/01/2018, 21:56 WIB
|
EditorGloria Setyvani Putri


KOMPAS.com -– Sebelum beranjak lebih jauh, mari kita singkirkan dulu imajinasi umum tentang hiu yang bertubuh tambun, besar, dan predator ganas di lautan.

Kali ini hiu yang berhasil ditangkap oleh Lembaga Penelitian Perikanan Taiwan punya panjang tak lebih dari satu meter. Mereka menangkap lima ekor hewan tersebut. Hiu itu ditangkap saat tim melakukan survey spesies ikan yang tinggal di lepas pantai Taitung.

Hiu tersebut adalah viper dogfish (Trigonognathus kabeyai), seekor hiu aneh dan sangat khas. Sekujur tubuhnya dipenuhi warna pekat. Panjang maksimalnya pun hanya sekitar 54 sentimeter.

Viper dogfish hidup di perairan dalam dengan populasi dan jangkauan yang kecil. Selain di Taiwan, mereka juga dapat ditemukan di lepas pantai Hawaii dan Jepang.

Ikan yang tampangnya menyeramkan ini pertama kali ditemukan pada 1986 di lepas pantai pulau Shikoku, Jepang. Sejak saat itu, hiu ini hanya terlihat beberapa kali selama beberapa dekade dan menjadi salah satu hewan langka, tak heran jika literatur tentang ikan ini masih sedikit.

Baca juga : Spesies Hiu Lentera Baru dan Alasan Ikan Bercahaya

Viper dogfish merupakan salah satu hiu lentera yang memiliki sel penghasil cahaya di bagian bawah tubuhnya yang disebut photophore. Dengan cahaya itu, mereka bisa berenang 270-360 meter. Photophore juga berguna untuk menarik pasangan atau mangsa.

Sedangkan pada ikan lain, photophores ventral digunakan sebagai kamuflase untuk melindungi diri dari predator di bawah. Dengan cara ini hiu lentera bisa tersamarkan dan predator kesulitan menangkapnya.

Lembaga Penelitian Perikanan Taiwan sebagian besar menangkap viper dogfish saat malam hari. Sebab, setelah matahari tenggelam adalah waktu bagi viper dogfish untuk mencari makan.

Ikan hiu lentera bernama viper dogfish ini bisa memanjangkan rahangnya untuk melahap ikan yang ukurannya besar. Ikan hiu lentera bernama viper dogfish ini bisa memanjangkan rahangnya untuk melahap ikan yang ukurannya besar.

Adapun makanan para hiu ini adalah ikan bertulang rawan dan krustasea seperti lobster, kepiting, udang, serta teritip. Hal ini diketahui berdasarkan sisa pencernaan di perut viper dogfish.

Salah satu keunikan menonjol yang bisa dilihat dari ikan ini adalah bentuk rahangnya yang unik dengan gigi berbentuk jarum. Berbeda dari ikan lain, rahang viper dogfish terbilang sempit dan berbentuk segitiga yang bisa memanjang.

"Fitur yang paling jelas adalah gigi berbentuk jarum, seperti taring ular. Ini juga menjelaskan asal usul nama ikan viper yang memiliki rahang menakutkan," kata peneliti dilansir dari New York Post, Selasa (9/1/2018).

Saat viper dogfish lapar dan butuh makanan, dengan cepat dia akan membuat rahangnya menjadi lebar dan panjang. Dengan cara ini, bukan tidak mungkin untuk menelan ikan besar hanya dalam satu kunyahan.

Baca juga : Siapa Sangka, Nenek Moyang Hiu Terbesar Ternyata Punya Gigi Mungil

Sayangnya, tak ada satupun hasil tangkapan Lembaga Penelitian Perikanan Taiwan yang hidup hingga saat ini. Sebagian besar tewas setelah ditarik dari laut. Hanya satu viper dogfish yang sempat bertahan hidup selama satu hari di darat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenag Gelar Pemantauan Hilal Idul Adha di 86 Lokasi, Ini Daftarnya

Kemenag Gelar Pemantauan Hilal Idul Adha di 86 Lokasi, Ini Daftarnya

Fenomena
Kanker Payudara Menyebar Lebih Cepat Saat Malam Hari, Studi Jelaskan

Kanker Payudara Menyebar Lebih Cepat Saat Malam Hari, Studi Jelaskan

Oh Begitu
Vaksin Merah Putih Mulai Uji Klinis Fase 3, BPOM Libatkan 4.005 Sukarelawan

Vaksin Merah Putih Mulai Uji Klinis Fase 3, BPOM Libatkan 4.005 Sukarelawan

Oh Begitu
2 Bibit Siklon Tropis Tumbuh di Utara Indonesia, Waspada Dampaknya

2 Bibit Siklon Tropis Tumbuh di Utara Indonesia, Waspada Dampaknya

Fenomena
Sekitar 1,7 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi Dasar Lengkap, Apa Dampaknya?

Sekitar 1,7 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi Dasar Lengkap, Apa Dampaknya?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro | Rompi Penurun Suhu | Manik Bipolar Marshanda

[POPULER SAINS] Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro | Rompi Penurun Suhu | Manik Bipolar Marshanda

Oh Begitu
Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.