Kompas.com - 12/01/2018, 11:33 WIB
hiu kepala sekop diketahui merupakan hiu yang makan rumput laut hiu kepala sekop diketahui merupakan hiu yang makan rumput laut
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com - Hiu dikenal sebagai predator yang suka memangsa ikan lain atau bahkan manusia. Tapi pernahkah Anda membayangkan ada hiu yang bisa hidup hanya dengan memakan sayuran?

Baru-baru ini, para peneliti menemukan salah satu spesies hiu yang mampu bertahan hidup hanya dengan memakan tumbuhan.  Spesies tersebut adalah hiu bonnethhead atau juga dikenal dengan hiu kepala sekop.

Sebelumnya, jenis hiu ini dikenal punya reputasi sebagai karnivora atau pemakan daging. Tapi ternyata jenis hiu ini mampu bertahan meski hanya diberi makan rumput laut, tanaman yang tumbuh di dasar lautan.

Penelitian yang dipimpin oleh Samanta Leigh, kandidat doktor di University of California, Irvine itu dibuat berdasarkan penelitian yang dilakukan sepuluh tahun. Penelitian sebelumnya tersebut menunjukkan bahwa isi perut makhluk laut itu berisi sejumlah besar rumput laut.

Baca juga: Hiu Lentera Langka dengan Rahang Menyeramkan Ditemukan di Taiwan

Bahkan para peneliti menemukan 60 persen isi perut hiu muda berbasis tanaman.

Maka, untuk memastikan apakah hiu itu sengaja makan tanaman atau tidak, Leigh dan koleganya memberi makan spesies tersebut 90 persen rumput laut selama tiga minggu. Sedang 10 persennya adalah cumi-cumi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami menangkap beberapa hiu kepala sekop dan membawa mereka ke laboratorium di Florida International University, di mana mereka diberi makan 90% rumput laut selama beberapa minggu," kata Leigh dikutip dari IB Times, Kamis (11/01/2018).

Setelahnya, para peneliti melakukan tes darah. Tak disangka, hasilnya mengonfirmasi bahwa hiu tersebut mencerna tanaman dan mengeluarkan nutrisinya.

"Rumput laut telah diberi label dengan karbon isotop stabil-13, jadi ketika hiu mengonsumsinya, kita bisa menguji tanda tangan karbon-13 di jaringan hiu dan melihat apakah nutrisi dari lamun benar-benar terangkat ke dalam tubuh," ungkap Leigh.

"Kami juga mengumpulkan kotoran ikan hiu, untuk melihat berapa banyak nutrisi rumput laut (seperti karbohidrat, protein, dll) yang diekskresikan tercerna," sambungnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tulang Kelelawar Vampir Raksasa Ditemukan di Gua Argentina

Tulang Kelelawar Vampir Raksasa Ditemukan di Gua Argentina

Oh Begitu
Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Oh Begitu
Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Kita
POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

Oh Begitu
Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Oh Begitu
Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Oh Begitu
Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Oh Begitu
Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Fenomena
Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Oh Begitu
Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Fenomena
Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Oh Begitu
Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Fenomena
Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Kita
Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X