Kompas.com - 23/01/2018, 11:33 WIB
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com - Pernahkah Anda membayangkan tinggal di kota melayang seperti dalam film Astroboy atau Sky High? Mungkin sedikit sulit membayangkan tinggal di kota yang melayang di atmosfer.

Namun, sebuah prediksi ambisius dari Bas Lansdorp, orang yang berada dibalik misi Mars One, menyebut bahwa suatu hari manusia akan tinggal di kota melayang di atas atmosfer planet Venus.

Lansdorp sendiri terkenal sebagai pria yang ingin membuat populasi di planet merah, Mars. Pengusaha Belanda ini juga mengklaim bahwa misi membangun koloni manusia pertama di Mars akan segara dilakukan pada 2031.

"Mars tidak akan menjadi tujuan akhir bagi manusia yang ingin mandirikan pemukiman permanen jauh dari bumi," ungkap Lansdorp dikutip dari Mirror, Minggu (21/01/2018).

Baca juga: Stephen Hawking: 2600 Bumi akan Menjadi Bola Panas

"Setelah itu, penjelajah luar angkasa akan memikirkan kota-kota melayang di atmosfer Venus dalam balon yang sangat besar, atau pindah ke bulan Jupiter, atau sebuah asteroid," imbuhnya.

Dalam proyek perjalanan yang dia ajukan untuk ke Mars, sudah ada 200.000 orang yang mengajukan diri. Padahal, bisa dibilang itu adalah perjalan satu arah.

Dengan kata lain, mungkin tak ada jalan kembali untuk pulang ke bumi.

Karena banyaknya pendaftar, mereka akan melakukan proses seleksi yang cukup panjang dan ketat. Salah satu dari proses seleksi tersebut adalah menghabiskan waktu tidak pasti terkunci dalam kabin seluas 200 meter persegi untuk menguji kekuatan mental para pendaftar.

Kru terakhir, terdiri dari 4 pria dan 4 wanita. Mereka akan menghabiskan enam bulan perjalanan antar-planet sebelum menghadapi kondisi yang sulit di planet baru yang berjarak 402 juta kilometer dari bumi.

Selain itu, tantangan misi ini adalah jatah air yang sangat ketat. Para kru ini mungkin tak dapat mandi selama 2 tahun.

"Tidak ada jalan keluar; Itu adalah tantangan besar," kata Lansdorp.

"Kru pertama yang melakukan perjalanan akan memiliki waktu terberat, mereka berada di posisi dengan tingkat kenyamanan yang akan sangat rendah," sambungnya.

Baca juga: NASA Akui Tidak Mampu Kirim Manusia ke Planet Mars

"Tapi kelangkaan air tidak seberapa jika dibandingkan dengan dampak psikologi yang mungkin mereka hadapi," tegas Lansdorp.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Mirror

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.