Kompas.com - 14/01/2018, 19:00 WIB
Ilustrasi sulit tidur amenic181Ilustrasi sulit tidur
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com — Susah tidur atau insomnia adalah pengalaman yang hampir dialami oleh semua orang. Survei meyebutkan, 40 persen orang dewasa Amerika mengalami sulit tidur beberapa kali dalam satu bulan.

Alasan paling umum adalah ketidakmampuan berhenti memikirkan sesuatu, termasuk mengkhawatirkan apa yang akan terjadi di masa depan.

Untuk mengatasi hal ini, ilmuwan Amerika mencoba menghubungkan sulit tidur dengan menulis. Temuan yang dipublikasikan di Journal of Experimental Psychology pada Oktober 2017 itu menunjukkan bahwa menulis jurnal selama 5 menit sebelum tidur akan menjadi solusi yang efektif.

Baca juga: Benarkah Kurang Tidur Picu Depresi? Sains Menjelaskan

Para peneliti menyarankan tulisan yang dibuat bukan tentang hal yang dialami seharian. Melainkan apa yang akan dilakukan esok pagi.

Dalam abstrak makalah, ilmuwan dari Uiversitas Baylor dan Universitas Emory, AS, melakukan uji coba pada 57 orang dewasa berusia 18-30 tahun. Mereka diminta untuk menulis  selama 5 menit.

Michael Scullin dan timnya membuat dua kelompok dalam penelitian. Mereka ditugaskan secara acak untuk menulis kegiatan yang harus diselesaikan dalam beberapa hari kemudian atau menulis kegiatan yang sudah dilakukan dalam beberapa hari sebelumnya.

Hasil temuannya membuktikan bahwa kelompok yang menuliskan rencana kegiatan beberapa hari ke depan secara signifikan lebih cepat tertidur daripada mereka yang menuliskan daftar kegiatan yang sudah dilakukan.

"Semakin spesifik peserta menulis daftar kegiatan yang akan dilakukan, semakin cepat mereka tertidur. Sedangkan hal sebaliknya terjadi pada peserta yang menulis kegiatan yang sudah diselesaikan," tuis tim peneliti dalam abstrak mereka.

Dalam mengamati pola tidur, peneliti menggunakan rekaman polysomnography di laboratorium tidur.

"Ini adalah hal kecil yang bisa dilakukan orang pada malam hari agar lebih cepat tertidur," ujar Michael Scullin, ilmuwan psikologis dan peneliti tidur dari Universitas Baylor, seperti dilansir dari Psychology Today, Jumat (12/1/2018).

Baca juga : Ternyata, Belajar Bahasa Asing Bisa Dibantu Dengan Tidur

Penelitian yang dibuat Scullin dan timnya mengembangkan penelitian sebelumnya yang mengungkap bahwa menulis daoat mengurangi kecemasan dan menulis sebelum tidur juga dapat membuat tidur nyenyak.

Dengan menulis hal-hal yang dipikirkan sebelum tidur, hal itu akan membantu untuk mengurangi kekhawatiran. Terutama hal-hal yang belum diselesaikan atau dilakukan.

Sehingga masuk akal jika hal ini membuat kita lebih tenang dan dapat segera tidur. Selamat mencoba.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Fenomena
Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Oh Begitu
Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Kita
Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Oh Begitu
WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kita
Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Fenomena
Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Oh Begitu
95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

Oh Begitu
Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Oh Begitu
Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Oh Begitu
Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Oh Begitu
Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Oh Begitu
Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.