Obsesi untuk Jadi Sempurna Meningkat 33 Persen, Apa Sebab? - Kompas.com

Obsesi untuk Jadi Sempurna Meningkat 33 Persen, Apa Sebab?

Kompas.com - 04/01/2018, 08:04 WIB
Ilustrasi diskusi bersama temanThinkstock/Wavebreakmedia Ltd Ilustrasi diskusi bersama teman


KOMPAS.com -- Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Bath dan York St John University selama tiga dekade (1989-2017) menemukan bahwa ada 33 persen peningkatan rasa perfeksionis pada orang muda.

Dengan fenomena meningkatnya sifat perfeksionis dan keinginan untuk bersaing satu sama lain, dampak yang akan muncul adalah gangguan kesehatan psikologis pada orang muda.

Penelitian yang sudah diterbitkan di jurnal Psychological Bulletin AS ini menganalisis data lebih dari 40.000 mahasiswa yang ada di Inggris, Kanada, dan Amerika.

Hasilnya, mereka menilai bahwa sifat perfeksionis orang muda meningkat karena dipengaruhi oleh tuntutan lingkungan dan orang lain yang membuat mereka makin ingin bersaing.

Baca juga : 6 Tanda Sebenarnya Anda Seorang Perfeksionis 

"Peningkatan perfeksionisme yang disoroti dalam penelitian ini bertepatan dengan tiga dekade neoliberalisme yang memaksa kaum muda bersaing satu sama lain dalam tuntutan parameter sosial dan ekonomi," kata penulis utama penelitian, Dr Thomas Curran dari Departemen Kesehatan Universitas Bath, dilansir dari Telegraph, Rabu, (3/1/2018).

Dia berharap agar lembaga pendidikan seperti sekolah dan universitas, serta pembuat kebijakannya, dapat ikut bertanggung jawab dalam menjaga kesejahteraan kaum muda.

"Salah satunya dengan menolak promosi daya saing yang bisa mengorbankan kesehatan psikologi orang muda," sambungnya.

Baca juga : WHO Akan Tetapkan Kecanduan Video Game Sebagai Penyakit Mental

Dalam penelitian tersebut, tim menemukan adanya peningkatan sebesar 16 persen untuk penerapan standar kaum muda yang tidak realistis tentang orang-orang di sekitar dan mengevaluasi orang lain secara kritis.

Perfeksionisme di sini merupakan hasil kombinasi dari standar pribadi yang terlalu tinggi dan kritik yang terlalu keras untuk orang lain. Hal ini menjadi pemicu gangguan psikologis.

"Mungkin tingkat perfeksionisme yang tinggi merupakan faktor pendukung utama dari peningkatan gangguan kesehatan mental di kalangan orang muda," kata salah satu penulis Dr Andrew Hill dari York St John University.

"Kaum muda mencoba menemukan cara mengatasi meningkatnya tuntutan lingkungan dengan cara menjadi lebih perfeksionis pada diri mereka sendiri dan orang lain," imbuh Andrew.

Penelitian sebelumnya dari tim ini juga menemukan hubungan antara perfeksionis dan kelelahan.


EditorShierine Wangsa Wibawa
SumberTelegraph
Komentar
Close Ads X