Menjadi Pengangguran di Usia Senja Dampak dari Kesehatan Mental - Kompas.com

Menjadi Pengangguran di Usia Senja Dampak dari Kesehatan Mental

Gloria Setyvani Putri
Kompas.com - 05/12/2017, 21:15 WIB
Para peneliti dari University of Warwick, Inggris, melakukan penelitian untuk mengetahui kecenderungan para pria membantu mengerjakan pekerjaan rumah. THESTAR.COM Para peneliti dari University of Warwick, Inggris, melakukan penelitian untuk mengetahui kecenderungan para pria membantu mengerjakan pekerjaan rumah.

KOMPAS.com - Ilmuwan menemukan bahwa pria maupun wanita yang hanya di rumah pada usia di atas 55 tahun cenderung memiliki masalah psikologis pada saat masih anak-anak dan dewasa.

Dari dua penelitian yang sudah dipublikasikan menunjukkan bahwa mereka yang memiliki masalah kesehatan mental saat masih anak-anak cenderung berpeluang 2,8 kali lebih besar menjadi berdiam di rumah saat sudah berusia 55 tahun.

Baca Juga: Awas, Pekerjaan yang Bikin Stres Dapat Memicu Kanker

Mereka mengatakan sudah banyak penelitian sebelumnya yang menghubungkan masalah kesehatan mental dengan menjadi pengangguran dalam jangka panjang. Akan tetapi belum ada yang menghubungkan antara berdiam di rumah dan bertanggung jawab untuk keluarga pada kesehatan mental.

Profesor Sarah Vickerstaff dari Universitas Kent, Inggris, yang memimpin penelitian mengatakan bahwa pola ini kemungkinan disebabkan oleh anak-anak dengan masalah kesehatan mental yang cenderung tidak dapat bekerja sebagai orang dewasa dan menimbulkan masalah.

"Saya penasaran apakah tekanan mental saat anak-anak akan cenderung mengarahkan seseorang tidak bekerja dan khususnya untuk perempuan apakah membawanya menjadi orang yang hanya berdiam di rumah," ujar Sarah dikutip dari Telegraph, Selasa (5/12/2017).

"Tapi kemudian kita tahu dari penelitian lain bahwa orang-orang yang berada di luar dunia kerja untuk waktu yang lama dan ingin dipekerjakan juga dapat memiliki masalah pada kesehatan mental mereka," kata Sarah.

Dia menambahkan hal ini memiliki efek lebih besar pada pria. Menurut penelitian, mereka dapat lebih terpengaruh karena tidak bekerja.

Dari temuan tersebut peneliti menyarankan kelompok tersebut perlu mendapat lebih banyak dukungan mental dari yang diperkirakan sebelumnya.

Baca Juga: Apakah Rasisme Penyakit Mental? Psikiater Menjawab "Ya"

"Penelitian ini membantu mengidentifikasi bahwa mereka yang bekerja di rumah dan memiliki keterbatasan koneksi pada dunia kerja bisa mendapatkan keuntungan dari penyedia dan promosi layanan kesehatan mental, karena hubungan antara tekanan psikologis di awal kehidupan dan menjadi orang yang berdiam di rumah di kemudian hari," tulis penelitian ini.

Hal ini juga berlaku bagi anak-anak yang sedang berjuang melawan kesehatan mental terhadap dampak di kemudian hari.

Profesor Jenny Head, dari UCL, yang juga menjadi bagian penelitian berharap penelitian ini akan mendorong anak-anak untuk bekerja sebagai orang dewasa.

"Intervensi di segala usia akan relevan untuk membantu orang-orang bekerja di usia yang lebih tua. Jika Anda memiliki masalah kesehatan mental sebagai orang dewasa, Anda juga memerlukan dukungan untuk tetap bekerja," ujar Head.

Sementara itu, David Sinclair, direktur ILC-UK mengatakan banyaknya pengangguran di atas usia 50-an ditentukan dari awal kehidupan mereka.

"Kita harus memastikan strategi kesehatan mental berfokus pada dukungan orang-orang dari segala usia. Intervensi ini adalah kunci untuk memastikan bahwa orang dapat terus bekerja sampai tua," kata David.

PenulisGloria Setyvani Putri
EditorYunanto Wiji Utomo
SumberTelegraph
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM