Kompas.com - 24/12/2017, 12:08 WIB
Pohon natal di Mal Taman Anggrek. Kompas.com / Moh NadlirPohon natal di Mal Taman Anggrek.
|
EditorGloria Setyvani Putri


KOMPAS.com
- Ada beragam cara untuk membuat perayaan Natal semakin semarak. Salah satunya adalah dengan memajang pohon natal, baik di rumah, pusat perbelanjaan, atau di gereja.

Namun, pernahkah Anda bertanya dari mana sebenarnya asal-usul pohon ini?

Tradisi pohon natal rupanya tidak terlepas dari perayaan musim dingin yang sudah ada ratusan tahun di masyarakarat Eropa.

Seperti dilansir BBC, pohon kerap digunakan sebagai media penghormatan bagi dewa atau roh yang mereka percayai dalam festival pagan.

Asal usul pohon natal sendiri dilingkupi sejumlah legenda, misalnya cerita tentang seorang biarawan bernama St Bonifasius yang berhasil mengkristenkan orang-orang penyembah pohon oak di Jerman.

Baca juga : Antara Pohon Natal Asli dan Plastik, Mana yang Lebih Baik?

Orang-orang itu takjub melihat kemunculan pohon cemara kecil setelah pohon oak ditebang oleh Bonifasius. Dia lantas mengatakan bahwa pohon cemara merupakan pohon kehidupan dan mewakili kehidupan Kristus.

Dalam legenda lain, diceritakan bahwa tradisi pohon natal dan hiasannya berawal dari Martin Luther, seorang reformis Protestan.

Saat berjalan pada suatu malam, Luther terkesan melihat kelap-kelip bintang dari sela-sela pepohonan. Dia lantas terinspirasi ingin menghadirkan sinar-sinar itu dengan mamasangkan lilin di sebatang pohon yang ada di rumahnya.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa masyarakat Eropa sudah kerap memajang pohon di rumah mereka dan menghiasinya dengan kertas berwarna, mainan kecil, makanan, dan terkadang lilin sejak abad ke-16, meskipun pohon natal dan dekorasinya berkembang pesat pada abad ke-19.

Para sejarawan menilai bahwa tokoh mempopulerkan tradisi ini adalah keluarga kerajaan Inggris pada 1846.

Baca juga : 5 Reaksi Otak Saat Melakukan Kegiatan Natal

Di tahun ini, muncul gambar ilustrasi Ratu Victoria bersama dengan Pangeran Albert berdiri di sekitar pohon natal bersama anak-anak mereka. Pohon itu didekorasi dengan berbagai hiasan  menjadi modis.

The Telegraph juga menulis bahwa Pangeran Albert-lah yang menumbuhkan pohon tersebut di Istana Windsor. Pasalnya, Pangeran Albert berasal dari Jerman yang merupakan tempat asal tradisi pohon natal.

Setelah munculnya gambar itu, setiap rumah di Inggris memiliki sebatang pohon dihiasi lilin, permen, buah, hiasan buatan sendiri dan hadiah kecil saat Natal.

Tradisi pohon dan Natal menjadi lebih kompleks pada pertengahan abad ke-19. Tak hanya menghias pohon, Natal pun semarak dengan tradisi kartu Natal, pemberian hadiah, makan kue pai hingga daging kalkun.

Pada masa Victoria ini, gagasan Natal menjadi berpusat di sekitar keluarga dengan berbagai acara, mulai dari makan bersama, pemberian hadiah, hiburan, hingga permainan di ruang tamu rumah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Telegraph,BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengertian Sabana serta Contoh Flora dan Faunanya

Pengertian Sabana serta Contoh Flora dan Faunanya

Oh Begitu
Gempa Talaud Hari Ini Sudah 9 Kali Susulan, BMKG Tegaskan Bukan Gempa Megathrust

Gempa Talaud Hari Ini Sudah 9 Kali Susulan, BMKG Tegaskan Bukan Gempa Megathrust

Fenomena
Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Fenomena
Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Oh Begitu
Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Oh Begitu
Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kita
Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Fenomena
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Fenomena
Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Kita
Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Prof Cilik
Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.