Kompas.com - 22/12/2017, 19:25 WIB
Ilustrasi telur KariHoglundIlustrasi telur
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com - Telur adalah bahan makanan yang mudah ditemui. Tapi siapa sangka jika telur bisa menjadi salah satu nutrisi penting yang membantu perkembangan otak pada bayi.

Menurut temuan yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, disebutkan bahwa telur adalah salah satu nutrisi kunci bagi perkembangan otak bayi.

Para peneliti menemukan bahwa bayi yang mulai makan telur pertama kali pada usia 6 bulan menunjukkan konsentrasi kolin yang lebih tinggi secara signifikan. Selain kolin, juga terjadi peningkatan konsentrasi docosahexaenoic acid (DHA) pada otak bayi yang mengonsumsi telur.

Kolin sendiri adalah nutrisi yang bekerja seperti vitamin B. Sedangkan DHA adalah asam lemak omega-3 yang berfungsi sebagai komponen struktural otak.

Keduanya memainkan peran penting dalam perkembangan dan fungsi otak bayi.

Baca juga: Lebih Bergizi daripada Susu, Telur Bisa Jadi Makanan Pendamping ASI

"Telur telah dikonsumsi sepanjang sejarah manusia, namun potensi penuh dari makanan bergizi lengkap ini belum dikenal di banyak aturan miskin sumber daya di seluruh dunia," ungkap Lora Iannotti, penulis utama penelitian ini dikutip dari Futurity, Kamis (21/12/2017).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Seperti susu atau biji-bijian, telur dirancang untuk mendukung pertumbuhan awal dan perkembangan organisme karena padat kandungan nutrisinya," tambah Iannotti yang juga seorang profesor di Brown School di Washington University, St. Louis.

Iannotti juga menyebutkan bahwa telur mengandung asam lemak esensial, protein, kolin, vitamin A, vitamin B12, selenium, dan berbagai nutrisi penting lainnya. Bahkan, dia menyebut nutrisi pada telur setara dengan produk makanan hewani lainnya dengan harga terjangkau.

Telur memang memberikan nutrisinya secara menyeluruh atau juga sering disebut "matriks makanan". Iannotti menyebut inilah yang meningkatkan penyerapan dan metabolisme tubuh.

Untuk penelitian ini, para peneliti melakukan uji coba terkontrol secara acak di Ekuador pada 2015. Bayi berusia  6-9 bulan secara acak menerima satu telur per hari selama 6 bulan.

Di kelompok lainnya, para bayi tidak menerima telur sama sekali.

Dalam makalah dari penelitian yang sama yang terbit sebelumnya di jurnal Pediatric menunjukkan bahwa mengenalkan telur pada bayi secara signifikan meningkatkan pertumbuhan dan mencegah terhambatnya pertumbuhan bayi.

Baca juga: Telur Ayam Kampung atau Telur Ayam Negeri, Mana yang Lebih Baik?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Futurity

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.