Kompas.com - 20/09/2017, 08:09 WIB
Ilustrasi telur PurestockIlustrasi telur
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

JAKARTA, KOMPAS.com -– Susu merupakan salah satu sumber makanan yang berguna bagi tubuh. Namun, dengan harganya yang relatif mahal, tak semua masyarakat mampu mengonsumsi susu.

Jangan Khawatir. Untuk mendapatkan gizi yang serupa, bahan makanan lain dapat menjadi substitusi.

Peneliti Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi Pangan dan Pertanian Asian Tenggara Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Dodik Briawan, MCN, mengatakan, telur dapat menjadi makanan pengganti susu. Bahkan, kandungan gizi yang dikandung telur pun lebih baik dari susu.

(Baca juga: Susu Kental Manis Tidak Cocok Dikonsumsi oleh Anak, Ini Sebabnya)

“Kalau untuk mendapatkan zat gizi sempurna, telur itu lebih sempurna. (Telur) sudah lengkap. Protein, vitamin, mineral, asam amino juga lengkap. Harganya juga lebih murah dari susu,” kata Dodik dalam acara Diskusi Mari Menjadi Ibu Melek Nutrisi demi Wujudkan Generasi Emas 2045 di kawasan Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Selasa (19/9/2017).

Telur juga digunakan sebagai standar sejumlah makanan atau yang dikenal dengan Protein Senilai Telur (PST). Kandungan protein telur diberi nilai maksimal, 100, dan bahan makanan lain disetarakan dengan kandungan protein telur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Dodik, telur juga dapat digunakan sebagai makanan pendamping ASI. Terlebih, bagi balita, kandungan gizi sangat diperlukan untuk tumbuh kembang.

(Baca juga: Anak Indonesia Rentan Obesitas, Apa yang Harus Dilakukan?)

Dodik berkata bahwa dalam rentang umur 6-8 bulan, hanya kuning telur yang dapat dikonsumsi sebagai makanan pendamping ASI (MPASI). Lebih dari satu tahun, putih maupun kuning telur dapat dikonsumsi bersamaan.

"Masaknya direbus jadi tidak banyak kandungan gizi yang rusak dibandingkan dengan digoreng. Lihat saja orang barat kalau sarapan itu cukup dengan telur,” kata Dodik.

Dodik menilai, telur kalah pamor dibandingkan dengan susu karena bukan produk industri skala besar. Dibandingkan dengan susu, peternak ayam tak mengeluarkan biaya pemasaran untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat.

“Telur itu murah dan bagus. Sayangnya, karena produk masyarakat dan bukan industri, maka pemasarannya masih kalah dengan susu,” ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.