Kompas.com - 15/12/2017, 15:00 WIB
|
EditorMichael Hangga Wismabrata

KOMPAS.com — Menghindari kanker, menurut studi, bisa dilakukan dengan mempertimbangkan empat faktor ini. Salah satunya adalah berhenti merokok. 

Baru-baru ini, sebuah temuan baru mengungkapkan bahwa risiko kematian akibat kanker dapat ditekan. Syaratnya mudah, yakni dengan cara berolahraga lebih banyak, memperbanyak minum, mengurangi kebiasaan merokok, dan mengubah gaya hidup ke arah yang lebih baik.

Syarat ini rupanya seperti kembali ke gaya hidup yang dijalani sebelum seseorang mendapat kanker dan masih hidup sehat.

Kesimpulan tersebut terungkap setelah periset menggali data statistik resmi Australia pada tahun 2013. Pada tahun ini, ada 44.000 kematian karena kanker. Tim peneliti menemukan bahwa sekitar 38 persen kematian atau sekitar 16.700 kematian dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko.

Baca juga: Wanita Harus Tahu, Jaga Berat Badan Bisa Cegah Kanker Payudara

Fakta juga menunjukkan bahwa merokok tembakau memiliki pengaruh sampai 23 persen terhadap kematian terkait kanker. Angka prevalensi ini yang terbesar jika dibandingkan dengan diet yang buruk, obesitas, dan infeksi penyakit yang masing-masing hanya menyumbang risiko kematian 5 persen.

Selain itu, para ilmuwan juga menemukan bahwa radiasi UV menyumbang 3,2 persen kematian atau 1.390 orang. Kemudian, alkohol menyumbang 2,4 persen kematian (1.037 orang), aktivitas fisik yang tidak mencukupi menyumbang 0,8 persen kematian (357 orang), dan faktor reproduksi atau hormonal menyumbang 0,4 persen kematian (172 orang).

Dengan melakukan pencegahan tersebut, peneliti berharap akan ada ribuan nyawa yang bisa diselamatkan.

"Meski dalam banyak kasus terjangkit kanker tidak dapat dihindari,  penelitian ini mencoba menyoroti apa yang sudah diketahui selama bertahun-tahun bahwa kanker tidak selalu karena masalah genetika atau nasib buruk," ujar salah satu peneliti, David Whiteman dari QIMR Berghofer Medical Research Institute di Australia, dikutip Science Alert, Kamis (14/12/2017).

Dalam pengamatan tersebut, tim menemukan bahwa pria dapat memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dari perempuan. Dari delapan faktor penyebab yang disebutkan di atas, pria berisiko mengalami kematian sampai 41 persen, sedangkan perempuan 34 persen.

"Proporsi kematian akibat kanker yang berpotensi dicegah lebih tinggi di kalangan pria daripada wanita karena rata-rata pria merokok dan minum lebih banyak, menghabiskan lebih banyak waktu di bawah sinar matahari, dan juga tidak makan," kata Whiteman.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.